IKAMI Desak Polisi Tindak Tegas Pengadang Habib Bahar di Bandara Manado

JAKARTA (UMMAT Pos) — Sekretaris Jenderal Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) Djuju Purwantoro meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku pengadangan terhadap dua tokoh Front Pembela Islam, Habib Hanif Dan Habib Bahar karena tindakan pengadangan di Bandara menurutnya dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara

“Menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, pasal 210 dinyatakan; ‘Setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara,'” ungkap Djuju, Selasa (16/10/2018).

Ia mengungkapkan semestinya Bandara merupakan wilayah yang steril dari aksi unjuk rasa dan keberadaan orang-orang yang bersenjata tajam maupun senjata api. Djuju mengungkapkan, ia mendapat informasi bahwa sebagian dari para pengadang menenteng dan memamerkan senjata tajam berupa pedang-pedang terhunus.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Ummat Pos di JakartaKoordinator hukum gerakan #2019GantiPresiden ini juga mengungkapkan bahwa pada saat kejadian tersebut, terdapat banyak aparat polisi di area Bandara. Hanya saja, aparat tidak menghalangi, menangkap atau menyita senjata tajam atau pedang-pedang yang dibawa gerombolan pengadang.

“Sebagai negara yang berdasarkan atas hukum, kami meminta kejadian pelanggaran hukum terutama kepada para ulama dan tokoh-tokoh oposisi tersebut tidak selalu berulang. Kami juga meminta kepada aparat hukum untuk menegakkan hukum secara tegas, adil dan menindak hukum, para pihak yang terlibat melawan hukum tanpa adanya intervensi politik dan kepentingan apapun,” jelasnya.

Djuju mengungkapkan bahwa kedatangan Habib Hanif dan Habib Bahar adalah untuk menghadiri acara haul ayah dari Habib Bahar bin Smith dan berdakwah syiar agama Islam.

Sebelumnya, Habib Hanif Alatas dan Habib Bahar Bin Smith dihadang oleh ratusan anggota ormas adat di Bandara Sam Ratulangi, Manado pada Senin, 15 Oktober 2018, pukul 17.00 Wita. Mereka menolak kedatangan Habib Bahar bin Smith karena dinilai memberikan ceramah berisi paham radikal.

Reporter: Abdullah Jundii

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI