Rencana Pemindahan Kedubes Australia ke Jerusalem Mengancam Hubungan Australia – Indonesia?

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pekan ini, Indonesia menyampaikan ancaman ke Australia setelah PM Scott Morrison melontarkan kemungkinan memindahkan Kedubes Australia di Israel ke Jerusalem. Ancaman itu jelas tersirat dan bocor ke publik.

Isi ancaman yang kini sudah terbuka itu, yaitu bahwa hubungan kedua negara bisa saja rusak akibat isu ini.

Juru bicara Deplu RI Arrmanatha Nashir menolak merinci sektor-sektor mana saja yang akan terpengaruh. Namun dia memastikan pasti akan ada dampaknya.

“Yang bisa saya jamin yaitu bahwa masalah Palestina ini sangat penting bagi bangsa dan rakyat Indonesia,” katanya.

“Tentu saja kami akan menyesuaikan kebijakan atau tindakan kami, tergantung pada situasinya,” tegas Arrmanatha.

“Namun saya tak akan memprediksi atau memutuskan tindakan apa yang akan kami ambil,” tambanya.

Dalam termonologi diplomatik, bisa disebut sebagai bahasa yang tegas.

Namun tampaknya tak setajam pesan WA antara Menlu Retno Marsudi dan Menlu Marise Payne, yang tegas menyatakan isu kedutaan ini, “akan menampar wajah Indonesia” dan, “akan mempengaruhi hubungan bilateral”.

Bocoran isi pesan WA tersebut, pertama kali ditayangkan di stasiun TV Channel Seven, menyebabkan Dubes Australia Gary Quinlan dipanggil kedua kalinya dalam tiga hari oleh Kemenlu RI untuk dimintai penjelasan.

Pemanggilan Dubes Quinlan yang pertama terkait dengan pernyataan PM Morrison bahwa dia “terbuka” untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Seorang sumber ABC menjelaskan bahwa Indonesia kini mempertimbangkan untuk menunda negosiasi tahap akhir perjanjian perdagangan bebas dengan Australia.

Kemungkinan ini ditepis oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Namun kini kerjasama militer Indonesia dengan Australia di masa depan juga menjadi pertanyaan terbuka.

Menanggapi pertanyaan ABC tentang isu ini, juru bicara Kementerian Pertahanan Indonesia, Brigjen Totok Sugiharto, memberikan jawaban melalui pesan tertulis.

“Untuk saat ini komitmen kerjasama pertahanan akan terus berlanjut,” katanya.

Namun, dia meneruskan bahwa, “Hal itu akan bisa ditinjau di masa depan apakah kerjasama ini bermanfaat bagi kedua belah pihak.”

Tentu saja ini bisa dilihat sebagai pukulan diplomatik lainnya yang diarahkan ke Australia.

Dan justru di saat Australia semakin memerlukan kerjasama dengan negara tetangganya untuk menahan ekspansi militer China di wilayah ini, pukulan diplomatik ini tampaknya akan menimbulkan guncangan besar.

Sumber: abc.net.au

Faisal

PILIHAN REDAKSI