Erdogan Janji Ungkap ‘Fakta Sesungguhnya’ Terkait Kematian Khashoggi

ISTANBUL (UMMAT Pos) — Turki mengatakan akan mengumumkan rincian hasil penyelidikannya terhadap pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi pada hari Selasa.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji untuk mengungkap apa yang dikatakannya sebagai “kebenaran sesungguhnya” atas kematian wartawan  berkewarganegaraan Arab Saudi itu.

Erdogan mengatakan dalam sebuah rapat umum di Istanbul pada Ahad (21/10).

“Kami mencari keadilan dan kebenaran sesungguhnya akan terungkap, bukan lewat langkah-langkah biasa,” tandasnya.

Erdogan berbicara kepada Presiden AS Donald Trump lewat telepon hari Ahad, kata laporan sebuah kantor berita pemerintah Turki. Lebih lanjut Dikatakan bahwa kedua pihak segala untuk mengungkap kasus Khashoggi “dari segala aspek.”

Sementara itu, dalam keterangannya, Arab Saudi mengatakan pihaknya telah membuat “kesalahan sangat besar dan serius” dalam penanganan kasus pembunuhan Khashoggi. Ia pun berjanji akan menindak tegas dan mengadili mereka yang dinilai bertanggung jawab.

Arab Saudi, dalam sebuah pernyataan pada Sabtu pagi, akhirnya mengakui bahwa Khashoggi yang berusia 59 tahun telah meninggal di konsulat. Pihak Saudi juga menambahkan bahwa 18 warga Saudi telah ditangkap dan beberapa pejabat tinggi intelijen dipecat.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan pada Fox News bahwa pembunuhan Khashoggi adalah “operasi jahat” dan bahwa “kita tidak tahu di mana tubuh itu”.

“Orang-orang yang melakukan pembunuhan itu melakukannya di luar lingkup otoritas mereka,” kata al-jubeir.

“Jelas ada kesalahan besar yang dibuat dan apa yang menambah kesalahan adalah upaya untuk mencoba menutupi. Itu tidak bisa diterima oleh pemerintah.”

Meskipun demikian, penjelasan Saudi bahwa Khashoggi terbunuh dalam sebuah “perkelahian” mengundang kecurigaan dunia internasional.

Media pro-pemerintah di Turki telah melaporkan narasi yang berbeda, mereka mengungkap adanya satuan khusus Saudi yang terdiri dari 15 orang, belasan anggota regu itu tercatat melakukan perjalanan ke Turki menjelang peristiwa terbunuhnya sang kolumnis The Washington Post. Mereka kemudian dikabarkan meninggalkan negara itu tak lama setelah insiden tersebut dengan jet pribadi.

“Mengapa 15 orang ini datang ke sini? Mengapa 18 orang ditangkap? Semua ini perlu dijelaskan dalam semua perinciannya,” kata Erdogan.

Sementara itu sejumlah pejabat tinggi kongres AS mengatakan kerajaan Teluk – khususnya putra mahkota – akan menghadapi konsekuensi berat atas terbunuhnya jurnalis Washington Post tersebut di konsulat Saudi di Istanbul.

Sumber: Voa

Faisal

PILIHAN REDAKSI