Mengenal Kampung Arab Di Pinggir Danau Lindu dan Kisah Warga Keturunan Arab

LINDU, SIGI (UMMAT Pos) — Danau Lindu merupakan danau yang terletak di kecamatan Lindu, kabupaten Sigi, provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia dan berada di dalam Taman Nasional Lore Lindu. Luasnya mencapai 34,88 km² dengan kedalaman rata-rata 38 meter dan berada di ketinggian sekitar 1.000 meter diatas permukaan air laut.

Menurut keterangan Junaedi (34), warga Desa Tomado, Kecamatan Lindu, sekitar tahun 50-an, Syaikh Ahmad Al Idrus salah seorang murid dari Syaikh Al Jufri dari Yaman, pendiri Al Khairaat masuk berdakwah di Kampung tersebut.

Seiring berjalannya waktu, anak keturunan dari hasil pernikahan syaikh Al Idrus dengan masyarakat setempat menghasilkan banyak keturunan. Salah satunya adalah Arbain dan Sarifa Aisyah. Pasangan suami istri ini memiliki darah Arab dari banyak silsilah keturunan Syaikh Al Idrus.

“Benar, saya dan istri saya punya darah Arab. Bahkan cucu saya kalau dilihat sepintas sangat mirip orang Arab,” tukas Arbain kepada Ummat Pos, Ahad (21/10).

Dokumentasi: Tim Lazis Wahdah Islamiyah/ZTD

Pernyataan tersebut juga diamini oleh Riswana yang juga merupakan tetangga Arbain.

“Jadi pak Arbain dan istrinya itu berasal dari keturunan Syaikh Al Idrus. Sementara rumah yang berada di depan SD Sl Khairaat adalah keturunan As-Segaf. Disini ada dua keturunan, satu Al Idrus dan satu lagi As Segaf,” kata Riswana (31).

Riswana sendiri adalah seorang pendatang. Ia berasal dari Masamba.

“Saya bersama anak dan suami saya merantu ke tempat ini. Kami bekerja sebagai petani kopi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, muslim di Desa tersebut sangat sedikit jumlahnya. Beberapa muslim ada yang memang hidup satu kampung seperti di Desa Tomado ini dan sebagiannya lagi ada di Desa seberang. Mereka rata-rata Bugis,” ujarnya.

Pusat dakwah di lorong Arab, sebutan untuk barisan rumah-rumah yang dihuni oleh warga keturunan Arab dari Yaman, berada di Masjid Al Istiqomah yang kini telah rusak dibeberapa bagian karena hantaman gempa beberapa pekan yang lalu.

Pemandangan rumah warga yang terdampak gempa. Foto: Tim Lazis Wahdah Islamiyah/ZTD

Sementara pusat pendidikan ada banyak. Namun khusus sekolah Islam baru ada SD Al Khairaat yang berada di dekat danau Lindu, tepat di depan Masjid Al Istiqomah Desa Tomado, Kec. Lindu, Kab. Sigi.

Desa Tomado sendiri berada di pinggiran danau Lindu yang merupakan bagian dari Taman Nasional Lore Lindu. Jajaran Pegunungan yang indah mengelilingi danau Lindu yang terkenal dengan ikan mujairnya.

Tiap pagi, siang, petang dan malam, nelayan-nelayan danau Lindu mencari ikan kemudian di jual ke pasar-pasar yang berada di kota Palu.

Namun kondisi jalan yang masih belum bagus, membuat perekonomian menjadi lumpuh. Sementara petani kopi juga tidak bisa berbuat apa-apa. Pengepul yang hampir setiap hari ke Desa Tomado juga jarang datang.

“Karena kopi saat ini dijual murah makanya kami memilih untuk menyimpannya dulu,” ujar Riswana.

Reporter: Zulkifli Tri Darmawan

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI