Bertemu Menlu Arab Saudi, Retno Marsudi Bahas Perlindungan TKI

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi dengan Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir pada Selasa (23/10/2018) di kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta diantaranya membahas masalah perlindungan tenaga kerja Indonesia dan warga negara Indonesia di Arab Saudi.

Retno menyambut baik komitmen pemerintah Arab Saudi untuk terus meningkatkan perlindungan tenaga kerja Indonesia. Menurutnya, isu itu menjadi penting dibahas karena jumlah warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di Arab Saudi berjumlah lebih dari 600 ribu yang terdaftar.

“Kemarin Menteri Al-Jubeir menyampaikan kepada Presiden (Joko Widodo) upaya untuk meningkatkan perlindungan yang terus dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi, antara lain terkait dengan aturan mengenai jam kerja, upah minimum, dan penghormatan terhadap hak-hak pekerja,” papar Retno.

Retno juga minta perhatian terhadap beberapa isu yang tertunda terkait para pekerja Indonesia. Di antaranya terkait korban jatuhnya derek raksasa di Masjid Al-Haram bulan September 2015 dan pekerja Indonesia di Saudi Binladin Group.

Retno meminta pula terwujudnya kerjasama notifikasi kekonsuleran. Kerjasama semacam ini sangat lumrah dilakukan karena sesuai dengan Konvensi Wina.

Dengan notifikasi kekonsuleran ini, lanjut Retno, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah dapat lebih optimal memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia di Arab Saudi.

Menurut Retno, Indonesia dan Arab Saudi ingin terus bekerjasama dalam menyiarkan perdamaian, toleransi, dan penyelesaian konflik secara damai. Dia menambahkan perlu meningkatkan energi perdamaian dan energi kemanusiaan untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin besar.

Dalam jumpa pers usai pertemuan kedua negara, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir tidak menjelaskan soal perlindungan TKI di Arab Saudi. Dia hanya menyatakan hubungan Indonesia dan Arab Saudi sudah berlangsung hampir 1.400 tahun. Dia menambahkan banyak warga Arab Saudi berdarah Indonesia dan banyak warga Indonesia memiliki asal usul dari Semenanjung Arab.

Al-Jubeir mengatakan kedua negara bekerjasama erat dalam sejumlah isu yang menjadi kepentingan bersama, termasuk soal Palestina, konflik di negara-negara muslim dan pembangunan.

“Pemimpin kedua negara telah berkomitmen untuk memajukan, memperdalam hubungan yang sangat penting dan bersejarah. Kami meyakini ukuran ekonomi kedua negara tidak sebanding dengan ukuran perdagangan dan investasi antara kedua negara,” pungkas Al-Jubeir.[fm/setkab/voa]

PILIHAN REDAKSI