Ust. Bachtiar Nasir: Marahlah Hanya Karena Allah

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pimpinan Arrohman Quranic Learning (AQL) Center, KH Bachtiar Nasir mengungkapkan, bahwa hanya seekor keledai lah yang tidak marah ketika dia harus marah, dan hanya orang gila sajalah yang marah di saat tidak perlu marah.

“Amarah itu anugerah, jika menepatkan pada tempatnya dan diluapkan secara proposional. Amarah diturunkan oleh Allah untuk satu tujuan, untuk menghindari diri dari mudharat. Sedangkan keinginan harus digunakan untuk mendatangkan manfaat,” ungkap UBN dalam kajian Kamis malam berjudul “Liberalisme Dan Kebencian Politik Adu Domba, Dibalik Pembakaran Bendera Tauhid” di AQL Islamic Center Jl. Tebet Utara 1 no 40 Jakarta Selatan, Kamis, (25/10/2018).

UBN pun mengungkapkan, bahwa ada orang-orang yang tidak cerdas, yaitu yang meluapkan amarahnya namun malah mendatangkan mudharat. Sedangkan kegunaan kemarahan, aslinya adalah untuk membenci dan menjauhi diri dari Mudhorot.

Ia pun menyebutkan beberapa ciri orang-orang cerdas, diantaranya adalah selalu sesuai dengan keinginan Allah dalam berkehendak. Kemudian ia cinta kepada apa yang dicintai oleh Allah. Dan juga cara mengepresikan amarahnya untuk suatu yang dibenci oleh Allah.

“Disinilah perbedaan keledai dan bukan keledai, orang waras dan orang gila. Mencintai apa yang dicintai oleh Allah, dan marah pada apa yang dibenci oleh Allah. Jangan seperti hewan buas, tetapi semua harus karena Allah,” ungkapnya.

Mantan ketua GNPF Ulama ini pun mengungkapkan jika Allah tidak suka dengan orang zalim, yaitu orang-orang yang menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.

“Agar kita tidak zalim, berlakulah adil. Memang adil ini perlu berfikir panjang.
Jika setiap kali usai marah, pasti ujungnya rugi, kecuali marahnya karena Allah. Inget, jangan marah, kecuali karena Allah. Karena semua amarah yang dikeluarkan bukan karena Allah, ujung-ujungnya mudharat,” tukasnya.

Reporter: Abdullah Jundi

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI