Ungkap kelemahan universitas di barat, ini pesan penting Anwar Ibrahim kepada mahasiswa Indonesia

PADANG (UMMAT Pos) — Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato Seri Anwar Ibrahim mengimbau mahasiswa Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menimba ilmu seluas-luasnya.

“Pendidikan di universitas merupakan waktu yang tepat untuk menimba ilmu seluas-luasnya karena jika sudah bekerja kesempatan menimba ilmu tidak lagi seluas saat ini,” katanya saat memberikan orasi ilmiah di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) di Padang, Ahad.

Menurut dia seorang mahasiswa tentu belajar untuk mencapai cita-citanya contohnya, seorang dokter, itu merupakan hal yang wajar. Dia akan belajar dengan serius untuk mencapai hal tersebut.

Namun, jangan sampai dalam proses tersebut membuat mahasiswa menjadi cemerlang tapi tanpa hati nurani. Dalam belajar, seorang mahasiswa harus mengedepankan hati nurani.

Ia mencontohkan Universitas Havard sebagai lembaga pendidikan yang terbaik, tetapi kampus tersebut tidak melatih mahasiswanya memahani tujuan hidup sehingga diskrimasi kulit hitam dan diskriminasi terhadap orang miskin masih terjadi.

“Mahasiswa dilatih agar meraih keberhasilan sesuai dengan jalurnya dan tidak memikirkan penderitaan rakyat banyak,” katanya. Saat ini, ilmu dapat dicari melalui internet, semua persoalan yang ada di bumi dapat ditemukan di sana.

“Kami mengajak agar ilmu yang didapatkan harus dibangun dengan etika, moral dan nilai kemanusiaan sehingga ilmu tersebut dapat berdampak bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Padang Ganefri mengatakan Anwar Ibrahim merupakan tokoh besar yang kedatangannya disambut gegap gempita di Indonesia. Saat ini dirinya merupakan anggota parlemen dan dalam waktu dekat akan menjadi Perdana Menteri Malaysia.

“Kami bersyukur mahasiswa dapat mendengarkan orasi ilmiah dan berhadapan langsung dengan Anwar Ibrahim. Kita berharap mahasiswa mengambil ilmunya dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan mereka menjadi calon pemimpin bangsa,” katanya.

Sumber: ANTARA