Protes Eksekusi WNI di Arab Saudi Tanpa Pemberitahuan, Menlu RI Panggil Dubes Osama Alshuaibi

JAKARTA  (UMMAT Pos) — Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri di Jakarta melayangkan protes kepada Arab Saudi atas eksekusi mati tanpa notifikasi konsuler terhadap TKI Tuti Tursilawati asal Majalengka, Jawa Barat.

Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa Tuti telah dieksekusi di Thaif, Arab Saudi pada Senin pukul 09.00 waktu setempat.

“Menlu RI sudah menyampaikan protes terhadap Menlu Arab Saudi,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal pada Selasa di Jakarta.

Iqbal mengatakan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga hari ini sudah memanggil Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama Mohammad Abdullah al-Shuaibi untuk menyampaikan protes.

“Kami menyayangkan eksekusi dilakukan tanpa notifikasi ke KJRI Riyadh dan KJRI Jeddah,” kata Iqbal.

Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia selama ini sudah melakukan upaya advokasi dan diplomasi untuk menggagalkan hukuman mati kepada Tuti.

Kementerian Luar Negeri mencatat telah melakukan kunjungan selama 47 kali sejak Tuti dijatuhi hukuman mati pada 2011.

Pemerintah juga telah melakukan tiga kali banding kepada Arab Saudi.

Iqbal mengatakan pemerintah melakukan kontak terakhir kali kepada Tuti pada April lalu.

“Saat itu, Tuti mengatakan sehat-sehat saja dan tidak ada indikasi akan dilakukannya eksekusi hukuman mati,” kata Iqbal.

Tuti Tursilawati berangkat ke Arab Saudi pada 2009. Tujuannya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Tuti bekerja sebagai penjaga lansia pada sebuah keluarga di Kota Thaif. Pada 2010 Tuti didakwa membunuh majikannya, Suud Malhaq al-Utibi.

Kasus eksekusi mati tanpa notifikasi bukan kali ini saja dilakukan Arab Saudi. Maret lalu, Arab Saudi juga melakukan eksekusi mati tanpa pemberitahuan terhadap TKI bernama Zaini Misrin asal Bangkalan, Madura.

Sumber: ANADOLU AGENCY

PILIHAN REDAKSI