Bagaimana mengatasi rasa takut naik pesawat?

TAKUT terbang adalah ketakutan yang paling umum, hampir semua orang mengalami ketakutan pada pengalaman terbang pertama kalinya, bahkan ada juga yang mengalaminya setiap kali akan naik pesawat.

Setiap orang mengalami tingkat ketakutan saat terbang yang berbeda-beda, sehingga cara penanganannya bukan akan berbeda pula. Tulisan berikut ini akan mencoba mengulasnya, selamat menyimak!

Apa yang menyebabkan munculnya rasa takut ketika terbang?

Beberapa orang memiliki banyak kecemasan dalam hidupnya. Ketika akan naik pesawat, sudah banyak pikiran-pikiran yang melintas, seperti takut jika pesawat mengalami masalah di tengah perjalanan, takut pesawat jatuh, atau terjadi kecelakaan lain. Pada kasus tertentu, ditemukan juga yang mengalami penyesalan dan kebingungan ketika mereka berhasil melalui penerbangan tanpa hambatan.

Anda harus mengetahui jenis ketakutan tersebut, apakah ketakutan tersebut hanya muncul sesaat, atau muncul sepanjang penerbangan. Jika kemunculan tersebut berulang, mungkin anda mengalami fobia. Kondisi tersebut termasuk salah satu tipe gangguan kecemasan.

Fobia juga bisa merupakan respon emosional yang disebabkan oleh pemicunya. Contohnya, ketika Anda memiliki ketakutan yang tidak masuk akal terhadap air, ketakutan tersebut bisa berupa respon pengalaman seseorang tenggelam di masa lalu. Rasa takut terbang juga bisa disebabkan oleh fobia di masa lalu.

Langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi takut naik pesawat?

Anda bisa mengatasi ketakutan tersebut tanpa mengonsumsi obat penenang atau alkohol dengan beberapa cara berikut ini:

1. Menemukan pemicunya

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pemicu adalah kunci untuk menyembuhkan rasa takut Anda. Tujuan Anda adalah untuk mencari pemicu tertentu, sehingga Anda bisa mengelola rasa takut Anda. Sebab, untuk menyembuhkan suatu kondisi yang tidak baik, Anda harus menyembuhkan penyebabnya. Jika pemicunya adalah karena Anda takut berada di ruang sempit yang mengapung di udara selama beberapa jam, Anda bisa duduk di sebelah jendela atau membayangkan langit luas di pikiran Anda sampai Anda merasa tenang.

2. Bekali diri dengan berbagai pengetahuan seputar peswat

Jika memang Anda sering cemas, sebaiknya Anda mencari informasi berupa fakta mengenai penerbangan itu sendiri. Otak kita sering berandai-andai sendiri dan membuat kita jadi ketakutan membayangkan berbagai kejadian menakutkan yang mungkin terjadi. Namun, ketika Anda sudah membekali diri dengan fakta, pikiran buruk tersebut akan sedikit berkurang. Memang tidak bisa menghilang sepenuhnya, tapi mengelolanya menjadi minimum itu lebih baik daripada sepanjang perjalanan Anda diliputi kecemasan.

3. Antisipasi kecemasan Anda

Kita dapat berusaha mengelola rasa takut dengan tindakan antisipasi. Hal ini sering dialami semua orang. Kita akan merasa lebih baik jika tahu apa yang perlu dilakukan ketika kekhawatiran Anda menjadi nyata. Namun, kecemasan yang Anda alami saat terbang tidak selalu akurat dengan prediksi Anda. Biasanya apa yang kita cemaskan pun berlalu begitu saja, kenyataannya bahkan terjadi lebih baik dibandingkan asumsi Anda.

4. Bedakan kecemasan dan bahaya

Terkadang sulit membedakan respon yang disebabkan oleh takut atau bahaya, karena tubuh Anda beraksi sama terhadap keduanya. Pastikan bahwa ketakutan Anda adalah berupa kecemasan. Anda bisa meyakinkan diri Anda bahwa rasa cemas bukan berarti Anda dalam bahaya. Ketika kecemasan dibiarkan, hal ini dapat membuat ketakutan Anda menjadi semakin nyata.

5. Kenali bahwa akal sehat terkadang tidak masuk akal

Kecemasan bisa berupa trik yang menipu Anda seakan-akan Anda berada di dalam bahaya, padahal Anda dalam keadaan yang aman. Kata hati Anda pun akan berkata untuk menghindar dari yang membuat Anda cemas.

Jika Anda mengikuti perasaan tersebut, Anda justru akan memperkuat kecemasan itu. Melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kecemasan Anda juga bisa dicoba. Hal ini mungkin akan membuat Anda merasa tak nyaman, namun kecemasan memang harus dilawan.

6. Menenangkan diri ketika terjadi goncangan

Anda harus mengelola kecemasan dengan meyakinkan diri bahwa pesawat sudah didesain sedemikian rupa sehingga mampu bertahan saat turbulensi.

Jika selama ini semua baik-baik saja, maka Anda juga bisa melewatinya dengan baik. Anggap saja turbulensi sebagai goncangan yang Anda alami saat berkendara di dalam mobil yang melewati jalanan yang tidak rata. Anda bisa fokus pada hal lain, dibandingkan pada turbulensi.

7. Lakukan secara perlahan

Jika Anda takut pada ketinggian, rasanya tak mungkin Anda bisa naik ke bagian paling atas gedung pada hari pertama. Mungkin bisa saja dilakukan, namun mungkin Anda akan enggan melihat pemandangan di bawahnya. Anda bisa mencobanya perlahan-lahan, bertahap setiap harinya, menaiki lantai demi lantai hingga akhirnya sampai ke atas.

Pun ketika Anda takut dengan terbang, apakah rasa panik tersebut datang ketika pertama menginjakkan kaki di bandara?  Jika ya, maka Anda bisa ke bandara setiap hari, hanya berkunjung saja, tidak melakukan penerbangan. Mungkin ini terdengar aneh, fungsi dari terapi ini adalah melihat secara objektif agar tempat tersebut tidak membuat Anda tertekan.

Ketika Anda sudah senang berada di sana, Anda mungkin bisa mengatasi semua pikiran saat naik pesawat.

8. Nikmati setiap penerbangan

Ketika Anda mengalami penerbangan utama, Anda bisa kenali asumsi apa saja yang terpikirkan. Suatu saat Anda mendapat kesempatan melakukan penerbangan lagi, Anda bisa lebih tenang. Latihlah otak untuk menjadi kurang peka terhadap pemicu yang ada.

Sumber: HELLOSEHAT