Media Australia Ungkap Keberadaan Kamp Indoktrinasi Minoritas Muslim di Cina

CANBERRA (UMMAT Pos) — Kantor berita nasional Australia ABC News merilis citra satelit atas wilayah terpencil namun bergejolak di Cina barat. Sejumlah gambar mengungkap skala dan persebaran kamp tahanan yang digunakan untuk mengindoktrinasi sejumlah besar populasi Muslim di kawasan itu.

Investigasi ABC Australia yang menggunakan riset lembaga Kebijakan Strategis Australia (ASPI), mengidentifikasi dan mendokumentasikan perluasan 28 kamp tahanan yang jadi bagian dari program penaklukan yang dilakukan China di Xinjiang.

Analisis data menunjukkan bahwa sejak awal 2017, sebanyak 28 fasilitas telah diperluas lebih dari 2 juta meter persegi.

Dalam tiga bulan terakhir saja, kamp tersebut bertambah sebesar 700.000 meter persegi.

Provinsi Xinjiang dihuni sekitar 14 juta warga yang sebagian besar beragama Islam, umumnya orang Uighur berbahasa Turki.

Xinjiang, yang berarti “perbatasan baru”, telah lama menjadi pusat kerusuhan etnis. Inti konflik itu yaitu gerakan separatis yang ingin memerdekan diri sebagai Turkistan Timur.

Beijing, yang menganggap wilayah ini sebagai inkubator terorisme, mengambil tindakan dengan memperkuat pasukan keamanan, menambah kantor polisi dan pos pemeriksaan, serta memasang pengawasan elektronik.

Sumber: Google Earth/Digital Globe/ASPI

“Apa yang kita saksikan ini adalah pelanggaran HAM besar yang belum pernah kita lihat sejak penumpasan di Lapangan Tiananmen,” ujar Fergus Ryan, analis Cina di Pusat Kebijakan Siber Internasional ASPI.

Diperkirakan dua juta orang Uighur dan etnis Muslim lainnya ditangkap dan dijebloskan ke kamp tahanan. Menurut saksi-saksi, mereka dipaksa menjalani pendidikan patriotik dan “de-ekstremifikasi”.

China awalnya membantah keberadaan kamp-kamp tahanan ini. Namun di bawah tekanan internasional menjelang tinjauan PBB atas catatan HAM-nya pekan depan, para pejabat China langsung mengubah taktik.

Kini Beijing meluncurkan kampanye propaganda yang menggambarkan kamp-kamp tahanan itu sebagai pusat pelatihan kerja yang manusiawi.

Namun, kesaksian korban, dan ketersediaan citra satelit resolusi tinggi, mengungkapkan ekspansi besar-besaran kamp tahanan yang tampaknya jadi fitur permanen di Xinjiang.

“Dengan menahan orang dalam jumlah besar tanpa alasan hukum, China jelas menempuh risiko terjadinya radikalisasi para tahanan, suatu kondisi untuk terjadinya ekstremisme di masa depan,” ujar Ryan.

ASPI menyebut 17 dari fasilitas ini besar kemungkinan berupa kamp tahanan. 11 lainnya berkemungkinan sebagai kamp.

“Yang kita saksinya ini adalah sistem yang dibangun sangat cepat, dengan cakupan dan skala yang sangat besar,” kata Ryan.

Terlepas dari banyaknya kamp yang diamati dalam investigasi ini, tampaknya ini hanya sebagian kecil dari kamp tahanan di Xinjiang. Diperkirakan jumlahnya antara 181 hingga 1.200 kamp tahanan.

Sumber: ABC.NET.AU

Faisal

PILIHAN REDAKSI