Ust. Farid Okbah: Kalimat Tauhid Bukan Hanya Tulisan, Harus Menancap di Kalbu

BEKASI (UMMAT Pos) — Salah satu tokoh Muslim tanah air, pendiri Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustaz Farid Akhmad Okbah mengungkapkan bahwa Kalimat Tauhid harus didasari oleh Iman, bukan hanya tulisan semata.

“Kalimat Tauhid itu harus dasarnya Iman, karena di dalam surat An Nahl ayat 97, disebutkan, barangsiapa beramal sholeh, laki maupun perempuan, dasarnya Iman, nah ini kalimat tauhid,” ungkapnya di Bekasi, Rabu (31/10/2018).

“Kalimat Tauhid itu bukan hanya tulisan, tapi harus menancap di dalam kalbu,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, seseorang yang beramal sholeh dengan landasan Iman, Tauhid, maka dia akan diberikan kemuliaan oleh Allah dengan dibahagiakan di dunia, kemudian di akhirat akan diberikan balasan yang lebih yaitu surgaNya.

Ia pun menyebut, Iman itu tidak cukup hanya tulisan, iman itu harus diyakini di dalam kalbu, diucapkan di lisan, dan dibuktikan di dalam perbuatan.

Ustadz Farid mengutip sebuah hadits yang menyebutkan bahwa Iman itu ada 60 lebih cabang atau 70 lebih cabang, yang paling tinggi adalah laa ilaaha ilallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri atau gangguan dari jalan manusia.

“Oleh karenanya keliru ketika kemudian orang itu hanya beriman pada tulisan saja, atau hanya mengucapkan saja. Kenapa orang munafik itu dikecam oleh Allah, karena imannya hanya sampai di lisan saja, tidak masuk ke dalam kalbunya, dan tidak dibuktikan dalam perbuatannya, ujarnya.

“Sikap orang beriman, ketika mengucapkan ‘laa ilaaha illallah’, itu sikapnya ‘sami’na wa atho’na’. Kami beriman, kami dengar, kami menjalankan. Sehingga seluruh ketentuan Allah, perintahNya dijalankan, laranganNya ditinggalkan,” pungkasnya.

Reporter: Abdullah Jundii

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI