Bertemu Ust. Abdul Somad, Din Syamsuddin: Menuduh Anti Pancasila adalah Kekeliruan Nalar

JAKARTA (UMMAT Pos) — Di sela-sela jadwal yang sangat padat, dua tokoh Muslim Indonesia bertemu di Jakarta semalam, Sabtu (3/11). Din Syamsuddin, mantan Ketua umum PP Muhammadiyah bertemu dengan Ustaz Abdul Somad (UAS), di kediaman Din Syamsuddin di Jalan Margasatwa Raya, Cilandak, Jakarta Selatan.

“Saya sangat berkeinginan bertemu UAS. Namun karena sama-sama sibuk, maka baru pada hari ini kami dipertemukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, di sela-sela dakwah beliau. Saya sangat senang sekali, atas singgahnya beliau ke rumah ini,” ujar Din mengomentari pertemuan semalam.

Dalam pertemuan tersebut, Din Syamsuddin menyinggung soal kasus yang menimpa Ustaz kondang kelahiran Medan tersebut.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat ini menyampaikan keprihatianannya atas apa yang dialami Ustaz Abdul Somad. “Ada satu fitnah yang sangat mudah sekali terjadi kepada seseorang. Misalnya soal tuduhan Anti Pancasila, maka Umat Islam sudah kenyang. Pada satu atau dua dasawarsa Orde Baru, Umat Islam pernah mendapatkan fitnah, seolah-olah Umat Islam itu menentang Pancasila,” jelas mantan Utusan Khusus Presiden Bidang Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban itu.

Menurut Din, tuduhan menyakitkan itu. kini terjadi lagi dalam bentuk lain. Dituduh anti Pancasila karena mengembangkan khilafah dan lain sebagainya. Padahal, konsep khilafah lanjut Din adalah bagian dari ajaran Islam yang tidak bisa dinafikkan.

“Itu ada pemahaman sendiri. Jangan lantas jika ada yang berbicara tentang khilafah, mengutip ayat Al Qur’an tentang khilafah, lantas dituduh anti Pancasila. Ini kekeliruan nalar yang saya sebut tadi itu. Dan saya sudah mengikuti apa yang disampaikan Ustaz Abdul Somad, beliau menjelaskan khilafah dari Al Qur’an. Beliau ahli hadits. Beliau menjelaskan dari pandangan Islam,” jelasnya.

Pria kelahiran Bisa, NTB ini bahkan mengatakan bahwa umat Islam perlu bersyukur, karena di setiap kurun waktu, hadir para da’i yang tampil sebagai pencerah pada masyarakat.

“Dan itu saya kira sebagai misi keagamaan, dan itu penting bagi bangsa ini, yang sesuai dengan amanat UUD 1945, dengan mencerdaskan kehidupan Bangsa. Maka, tolong jangan selalu dilihat secara politis,” pungkasnya.(fm/mbn/olp)

PILIHAN REDAKSI