Terkait gempabumi di Mamasa, begini analisa BMKG

MAKASSAR (UMMAT Pos) — Terkait dengan munculnya isu-isu prediksi gempa bumi yang beredar di masyarakat Toraja, Balai Besar Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) wilayah IV Makassar mengeluarkan imbauan kepada warga agar tidak menanggapi isu-isu yang tidak bertanggungjawab.

“BBMKG wilayah IV Makassar menegaskan bahwa gempa bumi dapat terjadi setiap saat, namun hingga saat ini belum ada teknologl yang mampu memprediksikan kapan gempa bumi akan terjadi, bahkan sampai menentukan waktu kejadian gempa bumi, untuk itu diimbau kepada masyarakat agar memperhatikan informasi resmi dari BMKG serta tetap tenang dan waspada,” kata Joharman, Selasa (06/11/2018) melalui siaran persnya.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi yang terjadi awalnya berkekuatan 4,6 Skala Richter. Lokasi pusat gempa berada di darat, 10 kilometer Timur Laut Mamasa, Sulawesi Barat pada koordinat 2.91 Lintang Selatan (LS) – 119.42 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 10 kilometer.

Hingga Selasa malam, pukul 22.00 WITA, gempa susulan telah tercatat sebanyak 78 kali. Teranalisa 41 kali gempa yang ?dipicu mainshock 5,5 Skala Richter kemudian dimuthakhirkan menjadi 5,2 Skala Richter.

“Guncangan gempabumi dirasakan di Mamasa dan Mamuju sebesar II-III MMI. Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG,” katanya mengimbau.

Joharman menambahkan meningkatnya aktivitas seismik baik di wilayah Sulbar, Sulsel maupun di Sulteng tidak lepas dari pengaruh gempa tektonik yang terjadi di Donggala dan Palu dengan kekuatan 7,7 magnitudo, dimana memicu aktivitas sesar sesar yang ada, seperti sesar saddang, sesar walanae ataupun sesar matano.

Data terbaru BBMKG wilayah IV Makassar pada Rabu, 7 November 2018, pukul 06:15:50 WITA gempa susulan berkekuatan 3,3 skala richter kembali terjadi dengan lokasi 2.82 LS – 119.35 BT dengan jarak 10 kilometer Timur Laut Mamasa, Sulbar.

Sementara itu, Pasca- gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,5 yang mengguncang kabupaten Mamasa pada pukul 02.35 WITA, Selasa (06/11/2018), warga kecamatan Tabang Kabupaten Mamasa dan Kecamatan Masanda Kabupaten Tana Toraja, memilih mengungsi di kantor kecamatan Bittuang Tana Toraja.[fm/ant/kom]

PILIHAN REDAKSI