Dua Muslimah asal Palestina dan Somalia menangi kursi di parlemen AS

WASHINGTON, DC (UMMAT Pos)  — Imigran asal Palestina Rashida Tlaib pada Selasa (6/11) berhasil meraih satu kursi parlemen di Kongres ke-13 distrik Michigan, Amerika Serikat. Tlaib sendiri adalah muslimah kedua setelah Ilhan Omar yang berhasil menduduki jabatan penting di negara adidaya tersebut.

Tlaib adalah keturunan Palestina sementara Omar berasal dari Somalia.

Sebelumnya, Ilham (37), berhasil memenangkan kursi Dewan Perwakilan mewakili distrik Minneapolis dan Minnesota, menggantikan Keith Ellison yang merupakan muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres.

“Saya seorang muslim dan orang kulit hitam,” ucap Omar dalam wawancaranya bersama salah satu majalah.

“Saya memutuskan mencalonkan diri karena banyak orang yang saya tahu benar-benar ingin menunjukan bagaimana perwakilan demokrasi seharusnya berjalan,” lanjut Omar.

Omar hijrah ke Negeri Paman Sam saat berusia delapan tahun bersama kedua orang tuanya akibat perang sipil yang melanda Somalia saat itu. Sebelum tiba di AS, Omar dan keluargnya sempat menghabiskan waktu empat tahun tinggal di kamp pengungsian di Kenya.

Setelah itu dia dan keluarganya hijrah ke AS dan menetap di Minnesota pada 1997. Wilayah itu memiliki populasi warga Somalia yang cukup besar.

Sebelumnya, kongres ke-13 Michigan yang mencakup Detroit dan kota-kota pinggiran lainnya dipegang oleh John Conyers yang berasal dari partai Demokrat. Ia lalu mengundurkan diri atas tuduhan telah melakukan pelecehan seksual. Selepas itu, partai yang didirikan oleh Hannibal Hamlin ini tak punya lagi calon untuk maju di pemilihan tersebut. Mereka tak mampu menyaingi keperkasaan Tlaib maka muslimah berusia 42 tahun ini bisa menang telak tanpa rintangan yang berarti.

Terpilihnya Tlaib menjadi anggota kongres merupakan tonggak sejarah baru di Amerika Serikat. Pasalnya, hampir lebih 90% dari anggota terpilih didominasi oleh orang-orang kristen seperti dalam pelaporan Pew Research Center.

Sebagai titik perbandingan, hanya 0,4% anggota Kongres yang merupakan Muslim, sementara 1,1% adalah agama lain yang ada di Amerika.

“Ini bukan tentang ada di Kongres dan memamerkan iman Anda,” tegas Tlaib.

“Saya selalu memberi tahu orang-orang bahwa saya mengekspos Islam dengan cara yang sangat penting, cara yang berdampak, melalui layanan publik,” imbuhnya.

Dikutip AFP, dia memenangkan kursi legislatif negara bagian pada 2016 lalu. Sebelum itu, dia sempat bekerja sebagai pengurus komunitas di Minneapolis dan menjadi ketua organisasi pemerhati hak warga sipil Amerika-Afrika (NAACP).

Tlaib adalah putri imigran Palestina dan penduduk asli Detroit (USA). Dia bergabung dalam gerakan 100 muslim Americans dalam aksi menyerukan penolakan terhadap meningkatnya islamphobia selama pemerintahan Donald Trump.

“Saya akan menjadi seorang wanita, seorang ibu, seorang Muslimah, seorang Palestina, seorang Arab dan begitu banyak dari lapisan lain dari identitas ini tergantung pada siapa saya berbicara dan apa yang mereka ingin kenali sebagai,” ujar Tlaib.

Sumber: CNN