Qari asal Aceh ini jadi duta Indonesia Pada MTQ XIV di Maroko

ACEH (UMMAT Pos) –  Ustaz Hajarul Akbar bin Aitub Ali (29) terpilih sebagai wakil RI di nomor hafalan 30 Juz al-Qur’an pada lomba hafalan Quran di Casablanca, Maroko. Pemuda kelahiran Pidie Aceh ini akan mengikuti ajang Internasional yang berlangsung mulai 7 sampai 13 November 2018.

“Saya diundang berdasarkan surat dari Menteri Agama RI dan wakaf Kerajaan Maroko di Rabat untuk Menteri Agama RI, yang meminta dikirimkan peserta MTQ dalam empat cabang yaitu, cabang 5 juz, Tahfizh 30 Juz beserta tafsirnya, dan Tilawah” ungkap Direktur Darul Quran Aceh (DQA) ini.

Menurut Keterangan Hajarul yang dikutip dari salah satu pejabat Kemenag RI, Sayyid Alwi Fahmi selaku kepala seksi Bina Qari dan Hafizh, bahwa penunjukan peserta MTQ Internasional ini berdasarkan prestasi pada MTQ-MTQ nasional sebelumnya, sesuai dengan bidang masing-masing.

Karena itu, Ustaz Hajarul Akbar yang telah menjuarai MTQ tingkat nasional beberapa tahun silam, kali ini ia terpilih untuk mengikuti MTQ tingkat Internasional di Kota Casablanca, Maroko.

Sejak usia remaja, pria yang saat ini terdaftar sebagai salah satu dosen UIN Ar-Raniry ini telah menghafal 30 juz Alquran di MUQ Pagar Air, Aceh Besar. Pria dengan sejumlah prestasi tingkat Aceh dan Nasional ini merantau ke ibukota, Jakarta dan menyelesaikan S2 di Institute Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta.

Dalam kesehariannya, Hajarul dikenal sebagai seorang hafizh yang memiliki komitmen membaca al-Quran tiga Juz sehari.

“Jika berbicara dan berdiskusi dengannya, ia tak pernah jauh dari tema sentral tentang Alquran dan keagungannya.Salah satu komitmennya adalah “Tri In One”, tiga juz dalam satu hari, bukan lagi One Day One Juz,” ujar Teuku Zulkhairi, salah seorang sahabat Hajarul.

Selain menjadi juri dalam berbagai even MTQ di berbagai Provinsi dan Kabupaten di Indonesia, Teuku Zulkhairi juga menambahkan bahwa sahabatnya itu dikenal dekat dengan KH Maimun Ali, Ketua PWNU Banten.

“Ia juga sering isi ceramah-ceramah di Masjid-Masjid di pulau Jawa, Banten, Jawa Barat, Jakarta dan banyak lagi lainnya,” imbuhnya.

10 Tahun di pulau Jawa, sempat menjabat Mudir di Darul Qur’an Mulia Bogor merupakan pengalaman berharga bagi Hajarul dalam melaksanakan tugas pembinaan generasi hafizh qur’an, di DQA. Ia juga aktif mengembangkan program tahfizh dengan Halaqah Alquran tiga kali sehari.

Sumber: ACEH.TRIBUNNEWS

PILIHAN REDAKSI