Yayasan Cahaya Aceh Gelar Program Kajian Remaja Putri dan Orangtua Santri

ACEH BESAR (UMMAT Pos) — Yayasan Cahaya Aceh (YCA) menggelar pengajian perdana untuk para ibu dan remaja putri di Balai Cahaya Aceh, Gampong Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

“Alhamdulillah kita hari ini membuka program untuk pengajian Ibu-Ibu dan anak gadis karena permintaan masyarakat,” ujar Reza Fahlevi, pengurus Yayasan Cahaya Aceh.

Menurut Reza, para pemateri pengajian dipilih sesuai dengan kompetensi dan topik yang telah disepakati.

“Diharapkan hal-hal mendasar dan penting menjadi topik dan tema pengajian. Sesuatu yang sederhana tapi menyentuh langsung dengan kehidupan masyarakat. Seperti memandikan jenazah (tajhiz mayat), pendidikan, akhlaqul karimah, dan lainnya” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Pembina Cahaya Aceh Foundation, Azwir Nazar, Jum’at (9/11/2018) menyampaikan syukur bahwa meski perlahan dan sederhana, Cahaya Aceh dapat terus bergerak melakukan berbagai kegiatan positif.

“Alhamdulillah kita sudah lebih 6 bulan mengadakan kegiatan, seluruhnya gratis bagi anak anak, dan sekarang para orang tua juga kita ajak bersama-sama belajar dan mengaji,” ungkapnya.

Dijelaskan Azwir, terdapat 13 kelas yang dibuka hampir tiap hari di Balai Cahaya Aceh. Uniknya di sana, anak-anak dapat memilih kelas yang diminati sesuai bakat minat.

“Tentu Alquran adalah basis semua pengetahuan, tapi setelah itu mereka juga dapat belajar bahasa Turki, Inggris, Arab, Melukis, Memanah, Dalail Khairat, bahkan Tekwondo. Sementara untuk Bapak kita buka kelas Tafsir. Sekarang tambah yang ibu-ibu” imbuh mantan ketua PPI Turki itu.

Para wali santri diwajibkan untuk mengikuti pengajian minimal 1 bulan sekali untuk bersinergi dengan perkembangan anaknya yang belajar secara gratis di balai Cahaya Aceh.

“Sekarang adik-adik kita itu sudah bisa kenalan dengan bahasa Turki, Arab dan Inggris” tambahnya.

Pria yang sedang melanjutkan pendidikannya di program doktoral di Turki ini mengaku bersyukur atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi menjadi relawan dan mengajar secara ikhlas di Balai.

Kepada Ummat Pos, Azwir mengisahkan bahwa sejak awal, program pendidikan yang dijalankan “mengalir” begitu saja dan menjadi bukti baginya bahwa tak semuanya itu bisa diraih dengan mengandalkan kekuatan finansial semata.

“Masih banyak anak-anak muda yang luar biasa di Aceh yang ingin mengabdi mengajarkan generasi secara ikhlas dan itu luar biasa sekali,” tuturnya.

Pengajian Ibu-Ibu perdana ini diisi dengan tema pengenalan alQuran oleh Ustazah Nadya al Hafidzah, alumni MUQ Pagar Air. Para Ibu-ibu rumahtangga ini tampak antusias belajar di Balai Edukasi dan Taman Baca yang digagas YCA.

Laporan: Azwir Nazar

Editor: Faisal