Askar Kauny Siap Kirim Guru Ngaji ke Lombok dan Palu

JAKARTA (UMMAT Pos) — Askar Kauny akan kembali kirim Guru Ngaji ke lokasi bencana alam Lombok dan Palu. Kali ini, tidak hanya guru sementara, melainkan akan membuka kesempatan untuk guru yang akan ditempatkan di daerah teradampak secara permanen.

Hal itu diungkapkan Pimpinan Yayasan dan Ma’had Askar Kauny Ustadz Bobby Herwibowo saat launching Film “Lentera untuk Negeri” yang bercerita tentang perjuangan Relawan Guru Ngaji di Bioskop XXI Setiabudi Mall, Sabtu (10/11/2018).

“Nanti kita akan rekrut guru ngaji yang akan ditempatkan secara permanen di lokasi-lokasi ini. Karena guru yang sudah kita kirim, ternyata tidak boleh pulang oleh warga di sana,” ungkapnya.

Bobby menceritakan bahwa saat ini ada puluhan guru ngaji yang ditempatkan di Lombok dan di Palu. Selain itu, Askar Kauny juga telah membangun Hunian Sementara dan Masjid Darurat di lokasi bencana.

Tentang Film “Lentera untuk Negeri”, Bobby menjelaskan bahwa film ini menceritakan tentang perjuangan Relawan Guru Ngaji, ujung tombak dalam program trauma healing yang dilaksanakan. Film yang sudah dirilis ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana para Relawan Guru Ngaji Askar Kauny beradaptasi dan mendekatkan diri ke masyarakat setempat.

Serta, membuat anak-anak menikmati bimbingan melantunkan ayat-ayat Alquran. Tujuan akhirnya adalah menguatkan kembali keimanan dan kesabaran mereka yang sedang diuji.

Melalui film Lentera untuk Negeri Askar Kauny mengajak semua pihak intuk terlibat dalam pembangunan Rumah-rumah Tahfizh dan pengiriman Guru Ngaji ke daerah bencana khususnya Lombok dan Sulawesi Tengah.

Dalam peluncuran film tersebut, Askar Kauny menghadirkan Ustadz Miftahul Khoiri, guru ngaji dari Gresik, Jawa Timur yang ditempatkan di Lombok. Menurut penuturan Khoiri, warga di sana sangat antusias dengan program guru ngaji yang diadakan Askar Kauny. Ia bahkan mengaku kewalahan dengan banyaknya anak-anak yang harus ditanganinya sendiri.

“Ada 80an anak yang saya ajar, tanpa menggunakan pengeras suara. Bukan hanya anak-anak, tapi ibu-ibu dan para orang tua juga ikut mengaji. Kami butuh guru ngaji lagi, begitu pesan mereka,” ungkapnya.

Bobby Herwibowo juga mengajak masyarakat ikut bersama mengembalikan kepulihan mental masyarakat Palu pascagempa, salah satunya dengan pendekatan Alquran.

Menurutnya, usai gempa yang menimpa Lombok dan Palu memberikan luka yang mendalam. Kepedihan, kehilangan, dan ketakutan pun tak bisa terelakkan sebagai dampaknya kepada masyarakat.

Dia mengatakan masa transisi pascabencana adalah waktu paling kritis dan tempat untuk menghilangkan ketakutan masyarakat. Untuk itu, Askar Kauny akan membersamai para korban bencana dengan cara membangun Rumah-rumah Tahfizh dan mengirimkan Guru Ngaji untuk membantu proses pemulihan trauma melalui pendekatan dengan Alquran (Quranic Healing) di lokasi terdampak bencana.

Reporter: Abdullah Jundii

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI