AS umumkan akhiri dukungan pengisian bahan bakar pesawat dalam perang Yaman

WASHINGTON (UMMAT Pos) — Pemerintah Amerika Serikat (AS) di Washington membenarkan kabar mengenai adanya kesepakatan dengan Arab Saudi di Riyadh guna mengakhiri pengisian bahan bakar pesawat AS dari koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Houthi di Yaman.

“Baru-baru ini Kerajaan (Arab Saudi) dan koalisi meningkatkan kapabilitasnya melakukan pengisian bahan bakar dalam penerbangan secara independen di Yaman. Hasilnya dalam konsultasi dengan AS, koalisi itu telah meminta penghentian dukungan pengisian bahan bakar dalam penerbangan untuk operasi-operasinya di Yaman,” demikian diantara pernyataan tersebut.

Arab Saudi telah memiliki armada 23 pesawat untuk operasi pengisian bahan bakar, termasuk enam Airbus 330 MRTT digunakan untuk Yaman, sementara Uni Emirat Arab mempunyai enam pesawat Airbus, demikian saluran Al Arabiya al-Hadath milik Saudi melaporkan pada Sabtu.

Ditambahkan, Riyadh juga memiliki sembilan pesawat Hercules KC-130 yang dapat digunakan.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan pemerintah AS diajak konsultasi mengenai keputusan itu dan Washington mendukung langkah tersebut sementara terus bekerja dengan aliansi untuk meminimalkan korban jiwa di kalangan sipil dan meluaskan usaha-usaha kemanusiaan.

Aliansi yang dipimpin Arab Saudi dan UAE baru-baru ini meningkatkan operasi militer terhadap gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran, termasuk di kota pelabuhan Hudeidah, yang merupakan urat nadi bagi jutaan warga Yaman.

“Serangan-serangan yang terus dilancarkan … koalisi Saudi-UAE-AS membenarkan bahwa seruan-seruan Amerika untuk gencatan senjata hanya omong kosong,” kata Mohammed Ali al-Houthi, kepala komite revolusi tertinggi kelompok itu, dalam tulisannya yang disiarkan the Washington Post pada Jumat.

Menurut dia, seruan gencatan senjata merupakan usaha “menyelamatkan muka setelah kehinaan yang disebabkan pembunuhan kolumnis Khashoggi, pengeritik kebijakan Saudi, yang telah merenggangkan hubungan Riyadh dengan Barat.

Hudeidah telah menjadi medan pertempuran kunci dalam perang itu yang pasukan koalisi campur tangan tahun 2015 untuk memulihkan pemerintahan yang diakui internasional setelah Houthi menggulingkannya.

Pewarta: LKBN Antara

PILIHAN REDAKSI