WITT: Penyuluhan bahaya rokok harus dimulai dari SD

JAKARTA (UMMAT Pos) — Cara paling efektif mencegah seseorang dari merokok, harus dimulai pada anak-anak. Sebab di masa transisi menuju remaja, mereka akan mudah dipengaruhi dan penasaran mencoba.

Kampanye anti rokok banyak digalakkan oleh berbagai kalangan, salah satunya adalah WITT atau Wanita Indonesia Tanpa Tembakau. Selama 23 tahun, WITT melakukan berbagai gerakan untuk menghindarkan masyarakat dari paparan rokok.

Salah satu program yang pernah dicetuskan oleh WITT adalah membuat kawasan umum bebas dari asap rokok dan ini sudah masuk dalam peraturan pemerintah. Saat ini, WITT sedang fokus melaksanakan penyuluhan pada sekolah-sekolah. Sebab, pada usia 9-11 tahun, mereka mulai mencoba rokok.

“WITT memang fokus pada kesehatan sosial terutama untuk generaai muda. Karena itu, setiap bulan kami mengadakan penyuluhan sosialisasi kepada masyarakat. Kita melakukan di sekolah SD untuk yang kelas akhir dan SMP yang di awal, karena usia itu mereka lagi gampang dipengaruhi,” ujar Titi Hatta, Ketua umum WITT dalam acara ulang tahun WITT ke 23 di Jakarta, Kamis.

Masih menurutnya, setiap tahun, WITT juga melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah. Mulai dari sekolah di pelosok daerah sampai sekolah favorit yang berada di Jakarta.

“Setidaknya, setiap tahun ada lima sekolah yang kami kunjungi untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya rokok. Ini agar para generasi muda jauh dari rokok dan tidak ingin mencoba merokok,” jelas Titi.

Selain anak-anak, edukasi mengenai bahaya rokok juga harus diberikan kepada para ibu. Sebab saat ini, tidak sedikit para ibu khususnya yang berusia muda menjadi perokok aktif.

“Jika Ibu memiliki kebiasaan merokok, dia akan membawa pulang kebiasaan itu dan dilihat anaknya. Ini adalah pengaruh yang buruk. Makanya, seorang Ibu harus bisa memberikan contoh yang baik. Jangan merokok, agar tercipta keluarga yang sehat,” kata Titi.

Sumber: ANTARA