Kafir Adil Atau Muslim Koruptor ?

Oleh: DR. Muhammad Arifin Badri

Akhir akahir ini, sering kita mendengar pernyataan: “Kafir Adil Lebih Baik Dibanding Muslim Korup”.
Pernyataan di atas sekilas terdengar cerdas, namun sejatinya bila dipikirkan lebih mendalam, niscaya anda mendapatkan pernyataan di atas jauh menyimpang dari.kebenaran, dan sekaligus bentuk dari pembodohan, kemunduran dan kemalasan berpikir.

Di saat yang sama, perbandingan di atas bukti telah hilangnya nilai nilai keadilan dari diri pelakunya.
Mendengung dengungkan keadilan, namun ternyata keadilan adalah hal pertama yang mereka dustakan.
Seharusnya membuat perbandingan tuh yang adil dan obyektif sebagaimana berikut ini:
Milih Muslim adil atau kafir adil?
Milih muslim korupsi atau kafir korupsi?
Milih muslim adil atau kafir korupsi?
Milih muslim korupsi atau kafir adil?

Sebagai orang yang beriman tentu anda tidak mungkin salah pilih. Karena anda memilih berdasarkan ilmu dan iman bukan berdasarkan NAFSU dan kebodohan.

Bagi yang mengedepankan nafsu apalagi ditambah dengan kebodohan maka bisa jadi mereka salah pilih.
Namun bagi anda orang yang beriman dan cinta kepada agamanya, pasti anda memilih muslim dalam segala kondisi, sampaipun dalam kondisi yang terburuk, yaitu bila pilihannya muslim koruptor melawan kafir adil, karena selamatnya agama dirinya dan juga agama masyarakatnya lebih penting dibanding segala urusan, sampaipun ia harus kehilangan dunia beserta seluruh isinya.

Sekali lagi kata kunci memilihnya ialah memilih atas dasar ilmu dan iman dan bukan karena NAFSU dan KEBODOHAN. Sebagaimana dalam segala urusan, orang yang beriman selalu mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dalam aspek agamanya?. Orang islam bertindak berucap selalu mempertimbangkan manfaat di dunia juga di akhirat, madhorot di dunia dan juga di akhirat.

Dan bila keduanya tidak bisa digabungkan, maka pertimbangan akhirat pasti lebih didahulukan.
Ya, memang dalam segala urusan termasuk dalam urusan politik, aspek market atau pasar sangat penting.
Bagi yang marketnya adalah kalangan terpelajar maka ia berkepentingan memperbesar jumlah marketnya, memperbanyak sekolah, perguruan tinggi agar basis marketnya bertambah besar bukan malah mengerucut.
Sedangkan orang yang basis dukungannya wong cilik dan rakyat kecil, maka disadari atau tidak ia berkepentingan menjaga basis marketnya agar tetap eksis dan kalau bisa bertambah besar dan semakin banyak.

Meningkatnya tarap kehidupan dan pendidikan masyarakat berarti menipisnya market mereka, dan menipisnya market berarti ancaman bagi eksistensi mereka.

Sobat! Cerdas dalam berpikir, adil dalam bersikap dan kritis dalam menilai adalah karakter setiap muslim, jangan pernah lagi anda dibohongi dengan kata kata : “kafir adil lebih baik dari muslim korupsi”, karena “Muslim adil tentu lebih bagus dibanding kafir korupsi”.

PILIHAN REDAKSI