Gunakan Sistem Bagi Hasil, Investasi Arab Saudi Jauh Lebih Menguntungkan

JAKARTA (UMMAT Pos) — Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi dipastikan akan berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret mendatang. Dalam kunjungannya, Raja Salman akan menandatangani investasi perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, di Cilacap dengan nilai USD6 miliar.

Dari banyak Negara yang lakukan investasi di Indoensia, Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira keuntungan dari investasi Arab Saudi ini akan lebih besar.

“Saya lihat keuntungannya cukup besar kalau dibandingkan dengan invetasi China. Arab Saudi luar biasa besar. Kalau tidak salah di infrastruktur dia juga bermain. Keuntungannya cukup besar,” ujarnya ketika dihubungi Okezone.

Selain besaran investasi, Bhima menilai, sistem investasi yang berbasis bagi hasil atau sistem syariah akan memberi banyak keuntungan bagi Indonesia.

“Bunga pinjaman juga bisa lebih murah karena dia hanya ingin mengembalikan pokoknya. Tanpa bunga, karena sistem yang syariah,” terangnya.

Sebagai perbandingan, investasi bidang infrastruktur dari China keuntungan yang didapat Indonesia dari investasi infrastruktur Arab Saudi akan jauh lebih besar. Hal ini dikarenakan Arab Saudi tidak menggunakan jaminan aset negara.

“Kalau dari infrastruktur ini tawaran yang menarik dibandingkan China, karena China pakai jaminan dari beberapa aset dan Bank negara sedangkan sistem Arab berbeda, lebih ke bagi hasil,” tukasnya seperti dikutip okezone.

PILIHAN REDAKSI