Indonesia Jajaki Hubungan Ekonomi dengan Anggota IORA

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pemerintah tengah berupaya untuk meningkatkan hubungan kerja sama bidang ekonomi dengan negara-negara anggota Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA) seperti India, Singapura, Somalia dan Tanzania.

Wakil Presiden Jusuf Kalla ditemui seusai melakukan rangkaian pertemuan bilateral dalam Konferensi Tingkat Tinggi IORA di Jakarta, mengatakan bahwa perlu adanya peningkatan hubungan bilateral atau membuka peluang kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan negara mitra khususnya yang tergabung dalam IORA.

“Disamping semua negara tersebut mau meningkatkan hubungan bilateral, kita juga banyak pembicaraan-pembicaraan tentang kemungkinan hubungan ekonomi dan investasi,” kata Kalla, Selasa.Kalla menambahkan, beberapa negara seperti Tanzania, Somalia dan India mengundang pemerintah Indonesia untuk berkunjung ke negara-negara tersebut. Sementara Singapura berencana untuk menambah investasi di Indonesia.

“Intinya adalah, kita harus membina hubungan itu dengan dua hal, hubungan kebijakan politik dan ekonomi. Selain itu juga membantu negara-negara seperti Somalia yang kelaparan, kita harus ikut serta membantu mereka,” kata Kalla.

Pada Selasa, Wakil Presiden Jusuf Kalla telah melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan negara-negara anggota IORA. Diantaranya adalah Oman, India, Somalia, Tanzania dan Singapura. Pembicaraan terkait pada peningkatan hubungan kerja sama dengan negara mitra.

Dalam konteks IORA, pemerintah memang berencana untuk membuka pasar-pasar baru guna meningkatkan ekspor dari dalam negeri. Tercatat, potensi dari beberapa negara anggota IORA cukup tinggi, namun belum dimanfaatkan dengan maksimal.

Beberapa potensi yang cukup menjanjikan dari negara anggota IORA adalah pasar Afrika. Potensi yang dimiliki wilayah tersebut mencapai 550 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2016, namun realisasi ekspor Indonesia baru mencapai USD4,2 miliar.

Selain itu, potensi lain adalah dengan pasar Timur Tengah yang mencapai USD975 miliar, sementara lima miliar dolar AS. IORA merupakan forum kerja sama antar negara terbesar di Samudera Hindia yang berdiri pada tahun 1997.

Perdagangan intra-regional IORA di tahun 2015 mencapai USD777 miliar atau naik 300% dibandingkan tahun 1994 yang sebesar USD233 miliar.

Selain itu, Samudera Hindia merupakan 70% jalur perdagangan dunia, termasuk jalur distribusi minyak dan gas. Bahkan lebih dari setengah kapal kontainer dan dua per tiga kapal tanker minyak dari seluruh dunia melewati kawasan ini.

IORA mencakup kurang lebih 2,7 miliar penduduk atau sebanyak 35% penduduk dunia. Namun, perannya baru sebesar 12% dari pangsa pasar dunia, 10% PDB global, dan 13% tujuan penanaman modal asing (PMA).

IORA beranggotakan 21 negara yaitu Australia, Afrika Selatan, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman.

Selain itu, sebanyak tujuh negara mitra wicara yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Mesir, Tiongkok, dan Perancis. Tercatat, sebanyak empat negara anggota IORA yakni Afrika Selatan, Australia, India, dan Indonesia serta enam negara mitra AS, RRT, Jerman, Inggris, Jepang dan Perancis merupakan anggota G20.

PILIHAN REDAKSI