Sidang kasus penistaan agama ke-14 kembali digelar hari ini, Berikut ini harapan pemuda Muhammadiyah

JAKARTA (UMMAT Pos) — ‎Sidang kasus penistaan agama ke-14 dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali digelar di Ruang Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017). Dalam sidang kali ini, pihak Ahok akan menghadirkan lima orang saksi yang meringankannya.

Menanggapi itu, Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman, berharap Jaksa Penuntut Umum (JPU) menggunakan semua jurus terbaiknya ‎untuk mematahkan keterangan saksi Ahok.

“Kami berharap pada sidang besok (hari ini) JPU menggunakan semua jurus terbaiknya untuk mematahkan ke‎terangan saksinya Ahok. JPU harus makin agresif mempertahankan dakwaannya dan memanfaatkan setiap kelemahan dari saksi Ahok untuk memperkuat dakwaan,” kata Pedri, Selasa (13/3) malam.

Pedri berkata, kejadian penistaan surat Al Maidah 51 di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, pada 27 September 2016 lalu, menurutnya, sudah tak mungkin ddingkari oleh pihak Ahok. Sebab, faktanya sudah terang benderang dan tidak pernah dibantah oleh mantan Bupati Belitung Timur itu serta oleh seorang saksi yang dihadirkan.

“Lebih dari itu, kami berharap persidangan Ahok ini bisa dipercepat. Majelis hakim tidak perlu melayani setiap upaya pihak Ahok yang cenderung tidak relevan dengan kasus, karena kasus Ahok ini sudah menghabiskan energi bangsa sedemikian banyak dan tentu saja menghabiskan anggaran negara yang tidak kecil,” ujar dia.

“Jangan biarkan dana rakyat itu terbuang sia-sia hanya untuk mengurus seorang Ahok,” tambah Pedri.

‎Pada sidang penistaan agama ke-14 ini, Ahok‎ menghadirkan lima orang saksi dengan rincian empat orang saksi fakta yang berasal dari Bangka Belitung dan satu orang saksi ahli, yakni pakar hukum pidana dari Universias Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kelima orang itu yakni pakar hukum pidana FH UGM, Edward Omar Sharif Hiariej‎; PNS Dinas P dan K Kabupaten Belitung, Juhri; PNS Guru SD 17 Badau, Belitung Timur, Ferry Lukmantara; Sopir Dusen Ganse, Belitung Timur, Suyanto; dan teman SD Ahok di Belitung Timur, Fajrun.

Sebelumnya, pada sidang penistaan agama‎ ke-13 turut dihadiran tiga saksi dari pihak Ahok untuk meringankannya.

Ketiga saksi itu yakni Politikus Partai Golkar Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo, kakak angkat Ahok Analta Amier, dan Wakil Rektor Universitas Darma Persada Jakarta Eko Cahyono.

Dari ketiga saksi, hanya keterangan Eko dan Bambang yang diterima majelis hakim. ‎Sedangkan Analta tidak diakui sebagai saksi setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) keberatan dengan Analta lantaran dia sering hadir pada persidangan sebelumnya.

JPU menganggap dengan seringnya Analta hadir pada persidangan sebelumnya‎ dapat membuat kesaksian bias antara satu saksi dengan yang lainnya.‎

PILIHAN REDAKSI