Al Quran Terbesar di Dunia Dengan Bobot 154 Kg Ini Ternyata Hasil Tulisan Tangan

JAKARTA (UMMAT Pos) — Ketika Anda pergi umrah atau berkunjung ke Madinah, wajib berkunjung ke Museum Al Quran. Di Museum Al Quran yang terletak berdampingan dengan Masjid Nabawi menyimpan beragam pesona kitab suci umat Islam pada zaman dulu kala. Usia Al Quran yang dipamerkan sudah ratusan tahun.

Bukan hanya itu, beberapa Al Quran merupakan hasil tulisan tangan dan menggunakan tinta emas. Bahkan ada Al Quran yang diklaim terbesar di dunia dengan berat ratusan kilogram.

Wolipop bersama tim Wardah pun memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Museum Al Quran di Madinah, Arab Saudi. Sebelum masuk, Anda akan diminta antre terlebih dahulu agar tidak berdesakan di dalam dengan rombongan lainnya. Dari depan terlihat tulisan The Holy Qur’an Exhibition.

Saat masuk ke dalam, Anda akan dipandu oleh seorang guide yang bisa berbagai bahasa termasuk Indonesia. Ia bertugas untuk menjelaskan setiap ruangan yang dikunjungi seputar sejarah Al Quran dari zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hingga sekarang.

Ruangan museum dibuat dengan penerangan yang redup untuk memberikan kenyamanan. Museum tidak terlihat kuno tapi justru modern minimalis dengan dinding kayu yang etis. Setiap dinding terpampang tulisan ayat Al Quran yang dibingkai rapi dan memiliki sejarah di balik penulisannya. Intip yuk sekilas bagaimana pesona di Museum Al Quran.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah Al Quran terbesar di Museum Al Quran. Pemandu mengatakan bahwa ini adalah Al Quran terbesar yang ditulis tangan dan berumur hampir 200 tahun. Al Quran ini juga memiliki berat yang fantastis mencapai 154 kg.

“Ini adalah Al Quran terbesar sedunia yang ditulis tangan. Ini ditulis dengan seorang saja bernama Ghulam Muhyiddeen, lembarannya ini juga dari kulit pohon, terdapat hampir 1.800 halaman,” ujar sang pemandu.

Ketika Anda beranjak ke ruangan lainnya terdapat kumpulan Al Quran kuno yang ditulis menggunakan tinta emas. Beberapa di antaranya berusia lebih dari 100 tahun. Keunikan lain dari Al Quran di zaman kuno dilengkapi gambar Masjidil Haram hingga Masjid Aqsa.

Lemari Penyimpanan Al Quran

Setelah melihat kumpulan Al Quran yang ditulis pada zaman dulu kala, Anda akan terpesona dengan keindahan lemari untuk menyimpannya. Lemari tersebut memiliki ukiran yang cantik bernuansa keemasan. Pemandu mengatakan kalau ukirannya dibuat asli dari gading gajah dan bercampur perak. Lemari tersebut tampak kokoh walaupun usianya sudah lebih dari 100 tahun.

Jangan bayangkan Museum Al Quran yang menyimpan kitab suci umat Islam berusia ratusan tahun akan terlihat kuno. Museum ini juga mengikuti perkembangan teknologi. Di era yang serba digital, Anda disuguhkan beberapa alat yang membantu untuk melihat sejarah atau membaca Al Quran. Tidak hanya itu, ada pula ruangan yang memiliki layar besar untuk melihat kembali sejarah diturunkannya Al Quran kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Sumber: wolipop.detik.com

PILIHAN REDAKSI