Aher restui isteri maju di Pilkada Jabar 2018

CIREBON (UMMAT Pos) — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Aher memastikan rencana pencalonan Netty Prasetiyani yang juga isterinya menjadi salah satu kandidat Cagub 2018, bukan untuk memperkokoh dinasti politik.

“Kalau tujuannya untuk memperpanjang dinasti, itu salah namanya,” katanya di Cirebon, Kamis kemarin. Aher merestui Netty mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat, selama dianggap pantas dan profesional.Dia juga akan mendukung pencalonan isterinya, jika memang diinginkan oleh masyarakat dan ada partai yang mau mendukungnya.

Pihaknya menuturkan sudah ada obrolan dengan sejumlah partai yang akan mendukung pencalonan isterinya.

“Sudah ada komunikasi, namun belum saatnya dibuka sekarang,” tuturnya seperti dikutip KBN Antara.

BACA JUGA: Putraku Malaikat Surgaku

Sementara itu Netty Prasetiyani Heryawan Netty mengakui sebagai kader Partai PKS sudah menjalin komunikasi dengan beberapa partai. Namun hingga kini belum ada pembicaraan serius mengenai pencalonannya untuk menjadi kandidat pemimpin Jabar periode 2018-2023.

“Kita punya PKS, tapi PKS tidak bisa calonin sendiri. Nanti kita tunggu konfigurasi dan konstalasi politiknya seperti apa. Karena tahapannya belum dimulai. Mungkin akhir tahun ini lebih mengkristal (keputusan),” tuturnya kepada detik.

Disinggung soal peluang maju dan bertarung di Pilgub Jabar, Netty mengatakan hal tersebut bisa banyak kemungkinan. “Politik itu bisa diramal tapi tidak bisa dipastikan,” tukas wanita kelahiran 15 Oktober 1969 itu.

Seperti diketahui Aher sudah dua periode memimpin Jabar. Kali pertama dia berpasangan dengan Dede Yusuf dan periode kedua bersama Deddy Mizwar. Sementara itu Netty yang merupakan istrinya digadang-gadang akan menggantikan posisinya untuk memimpin Jabar.

Bahkan dalam beberapa survei, nama Netty masuk dalam kandidat sosok wanita yang akan dipilih oleh masyarakat Jabar. Selain Netty sosok wanita lain yang dianggap berpeluang dalam Pilgub Jabar adalah Desy Ratnasari, Rieke Dyah Pitaloka (Oneng), dan Ineu Purwadewi Sundari (Ketua DPRD Jabar).

PILIHAN REDAKSI