Sekelumit Kabar Salafi di Sydney, Cermin Bagi Para Penuntut Ilmu di Tanah Air

Ustadzah Funi Ummu Rayhaanah*

(Pengajar di Sydney dan sekitarnya,  Koordinator Majlis Indonesian Sisters Sydney )

SAYA hanya ingin berbagi dengan kawan-kawan yang mengaku bermanhaj salafi terlahir dari keprihatinan saya semenjak mengenal pemahaman salaf dari tahun 96-97, saya bersyukur dapat hidayah manhaj ini dan sekaligus berduka juga setelah mengetahui begitu banyaknya perselisihan di dalamnya.

Dari ustadz A yang melarang saya ngaji dengan ustadz B karena manhajnya di ragukan dan lain-lain. Semua seakan mengklaim dialah yang manhajnya paling benar yang paling layak untuk di ikuti umat dan lain-lainnya.

Hingga saya tinggal di Sydney dan bergabung dengan jama’ah salafiyin di sini yang waktu itu kami menimba ilmu dari Syaikh Abu Ayman (murid dari syaikh Al Bani rahimahullah) beliau sekarang di Melbourne dan digantikan oleh Syaikh Abdul Salam yang menjadi guru saya hingga saat ini (beliau murid dari syaikh bin Baaz rahimahullah) semua dari Lebanon.

Sangat jauh ya ikhwah dengan keadaan salafiyin di Indonesia yang berkutat dengan perbedaan pendapat. Kami di sini dari berbagai bangsa kawan saya ada yang dari Maroko, Somalia, Yaman, Syiria, Mesir, New Zealand, asli Australia juga banyak dengan berbagai background yang berbeda, demi Allah saya melihat dengan mata kepala saya sendiri para ikhwan dan akhwat di sini tak ada yang fudhul dan tanya-tanya kamu salaf sururi atau hizbi atau entah apa yang lainnya.

Kami sibuk dengan memperbaiki diri dan akhlak terlebih ibadah.

Para sister sibuk mengajarkan akhwat lain bagaimana shalat yang paling benar dengan memakai buku pandauan dari Sifat Shalat Nabi karya Syaikh Albani dan di peragakan langsung oleh Syaikh kami Abdul Salam.

Kami sibuk menghafal Ushulul Tsalatah, Aqidah Wasithiyah dan berusaha menyelesaikan Fiqh Al Wajiz dan Kitab-kitab Tafsir dari Ulama-ulama Terkemuka kita seperti Ibnu Katsir atau Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di dan lain-lainnya. Kami sibuk menghafal Ulumul Qur’an dan lain-lain.

Ada kawan saya yang membuka study on line via skype agar sister-sister yang tidak bisa hadir dalam majelis ilmu bersama Syaikh bisa mendapatkan ilmu yang sama lewat kawan saya yang telah belajar/menimba ilmu dari Syaikh Abdul Salam.

Bila ada waktu senggang kami para akhwat sibuk menggalang dana buat umat di luar Australia. Untuk Suriah, Birma, Bangladesh, Etophia, dan sekarang kami sedang fokus untuk saudara-saudara kita di Mesir.

Kita sibuk membuka Kelas Qur’an agar generasi kita sekarang ini banyak menjadi Hafizh dan Hafizah di sini. Kita juga fokus membantu saudara muslim kita di Afrika membuat sumur-sumur agar mereka mendapatkan air bersih untuk mereka minum dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

Pernah ada kawan saya bertanya kepada Syaikh Dawud lulusan dari Madinah University bagaimana menurut pendapatmu ya Syaikh tentang Fulan ini yang katanya menyimpang dari manhaj salaf.

Apa jawaban beliau? Beliau menjawab Allah lebih tahu kondisi beliau dan kita doakan semoga beliau istiqamah di atas Islam dan Sunnah, dan saya tidak bisa memberi pendapat sampai saya duduk bersama beliau (mulazamah) selama sekuarnganya satu tahun sehingga saya bisa tahu betul keadaan beliau lalu saya bisa menjawab pertanyaan anti.

Aduhai jikalau sekiranya kita semua seperti ini, bersikap dewasa tidak terburu-buru mencap seseorag karena hanya dari katanya fulan dari bukunya fulan sedang kita tidak pernah bertemu dengan beliau apalagi berdialog dengan beliau, begitu mudahnya kita memberi gelaran-gelaran yang buruk? terlebih sampai tidak mau menjawab salam?

Saya lelah dengan tahzir-tahzir ini mari kita sibukkan diri kita dengan tilawah dan hafalan al Qur’an alangkah menyenangkannya sekiranya kita di wafatkan Allah dan kita telah menghafalka KitabNya dan sering menamatkan tilawah kita bukankah itu lebih baik daripada berkutat sibuk mencari aib fulan dan akhirnya kita melupakan aib sendiri? Wallahu a’alam bishawab.

Sydney, 22 Agustus 2013

PS: Sekedar info kalau kita sesama akhwat di sini bertemu yang kita tanyakan bagaimana dengan hafalan qur’an mu atau bagaimana dengan kesehatanmu. Beda sekali ketika saya pulang ke indo saya ketemu akhwat dan nanya ke saya ngajinya sama ustadz siapa? Kalo ustadz ini dia begini, ustadz itu begitu enakan belajar sama ustadz ini ukh lebih selamat, eh istri ustadz itu ga bercadar loh dan lain-lainnya

*) Penulis pernah belajar talaqiy dengn Syaikh Abdul Salam Zoud (dari Libanon), murid dari Syaikh Bin Baaz rahimahullahu. Beliau juga masih menimba ilmu sanad Quran dari Syaikh Yassir di Ma’had Quran Al Hafizh Centre Greenacre Sydney