Dr. Zakir Naik: Bangun Masjid Tapi Apa Artinya Kalau Pemimpin Itu Tak Shalat (Kafir)

JAKARTA (UMMAT Pos) —  Menjawab pertanyaan tentang surat al Maidah yang sering menjadi polemik seperti saat pilkada, Ulama Dr. Zakir Naik di Aula Gymnasium UPI, Ahad (2/4) menjelaskan bahwa semua Muslim tak boleh mengambil pemimpin dari kalangan non Muslim. Karena, Islam mengajarkan agar semua Muslim tak boleh meminta perlindungan pada non-Muslim.

“Jangan jadikan non-Muslim sebagai pemimpin, kalau ada pilihan lain. Kalau menjadikan non-Muslim sebagai pemimpin maka kita tak akan dapat pertolongan Allah,” ujar Zakir yang disambut oleh tepukan puluhan ribu peserta yang hadir.

Al Quran, lanjut Dr. Zakir merupakan petunjuk untuk orang-orang yang yakin. Jadi, surat al Maidah ini, untuk orang-orang Islam. “Saya katakan sekali lagi, muslim tak boleh memilih non Muslim, walaupun mungkin pemimpin itu melakukan pembangunan,” katanya.

Walaupun pemimpin tersebut membangun tempat ibadah untuk kaum Muslim, mengentaskan kemiskinan, membangun infrastruktur, tetap saja pemimpin non-muslim itu tidak mendirikan shalat.

“Dia membuat masjid tapi apa artinya kalau pemimpin itu tak shalat. Allah, mengatakan dalam Al Quran, kesuksesan bukan membangun gedung dan jalan tapi sukses yang sebenarnya adalah iman. Ya, iman adalah percaya pada Allah,” tegasnya.

Dikatakan Dr. Zakir, bisa saja orang mengatakan, pemimpin ini telah membangun gedung, jalan-jalan, dan berbagai fasilitas lainnya. Tapi, kalau mengikuti orang non Muslim yang tak sepaham dengan umat Muslim, apa untungnya bagi orang Islam.

“Orang beriman jangan mengambil non muslim sebagai pemimpin. Orang yang melakukan ini, berarti ia telah melakukan kesalahan,” kata Zakir seraya mengingatkan, kalau diminta memilih orang muslim dan non muslim, bagi umat muslim maka memilih pemimpin yang memiliki keimanan jauh lebih baik.[]

PILIHAN REDAKSI