Mengejutkan, Nama Rizieq Shihab dan Bachtiar Nasir Duduki Ranking Tertinggi Poling Idola Pelajar Di Sini

SALATIGA (UMMAT Pos) — Mengejutkan. Sejumlah pelajar mengidolakan Rizieq Shihab atau Habib Rizieq dan Ustadz Bachtiar Nasir (Ketua Alumni Universitas Saudi Arabia se-Indonesia). Dengan kata lain, dua nama itu menempati ranking tertinggi dalam listing tokoh-tokoh idola para pengurus Unit Kegiatan Sekolah Kerohanian Islam atau Rohis di beberapa SMA Negeri favorit di Jawa Tengah dan DIY bahkan Makassar.

Hal itulah yang mencuat dari Seminar Hasil Penelitian Agama di Laras Asri Hotel Salatiga yang digelar 29-31 Maret 2017 oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang atau Blas. Temuan itu cukup mengejutkan mereka yang tidak senang dengan kedua tokoh sentral dalam beberapa Aksi Bela Islam yang menyedot perhatian publik internasional ini.

DR Aji Sofanudin, MSi Peneliti Muda pada Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang (Kemenag RI) memaparkan, beberapa siswa SMA Negeri setuju untuk mengubah dasar negara Pancasila, memilih pemimpin semata-mata berdasarkan kesamaan agama, serta adanya pemisahan secara tegas antara ikhwan dan akhwat dalam kegiatan keagamaan.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Abdurrahman Mas’ud, pada pembukaan acara tersebut (29/3) menyebutkan temuan penelitian ini cukup mengejutkan. Penelitian dengan topik Transmisi Nilai-nilai Keagamaan Melalui Organisasi Rohis, terkait tokoh idola yang digemari siswa SMA di sasaran penelitian terbagi menjadi 3 kategori: rendah, sedang, dan tinggi.

Tokoh-tokoh lainnya yang termasuk kategori rendah adalah M. Quraish Shihab, Hasyim Muzadi, Lukman Hakim Saifuddin, Maemun Zubair, Habib Luthfi bin Yahya. Sementara kategori sedang adalah Arifin Ilham dan Aa Gym, serta termasuk kategori tinggi adalah Bachtiar Nasir dan Habib Rizieq.

Secara metodologi, penelitian ini dilakukan pada 9 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah dan DIY dengan melibatkan 27 peneliti, 3 supervisor dan beberapa narasumber dari kampus.

Penelitian ini bersifat kolaboratif melibatkan seluruh bidang penelitian yang ada di kantor Balai Litbang Agama Semarang (BLAS). Penelitian ini dilakukan pada 17 SMA Negeri yang dipilih secara purposive, dengan pendekatan kualitatif multicase study yang dilakukan 5 Pebruari hingga 9 Maret 2017.

Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, telaah dokumen, serta Focus Group Discussion yang melibatkan Kasi Pendidikan Agama Islam Kemenag Kabupaten Kota, guru Pendidikan Agama Islam, Kepala Sekolah, pengawas sekolah, pembina Rohis, FKUB, dan Mentor.

Seminar Hasil Penelitian Tahap I 2017 Balitbang Agama Semarang yang digelar oleh Blas, 29-31 Maret 2017 di Hotel Laras Asri jalan Jenderal Soedirman Salatiga.

Seminar Hasil Penelitian Tahap I 2017 Balitbang Agama Semarang yang digelar oleh Blas, 29-31 Maret 2017 di Hotel Laras Asri jalan Jenderal Soedirman Salatiga.

Menurut Abdurrahman Mas’ud temuan ini hampir sama dengan hasil penelitian Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) tahun 2016. Penelitian kala itu dilakukan secara kuantitatif terhadap 1.100 siswa SMA/SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada potensi intoleransi dan radikalisme di kalangan siswa SMA/SMK. (tribunjateng/iswidodo)

PILIHAN REDAKSI