Soal Kondisi Pagar Gorong-gorong di DPR, Ini Kata Komandan Pasukan Pengamanan DPR RI

JAKARTA (UMMAT Pos) — Komandan Pasukan Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR RI AKBP Herry Ardyanto bicara soal kondisi gorong-gorong dan pagar di DPR. Dua titik itu disebut polisi jadi celah masuk bagi mereka yang hendak melakukan makar.

AKBP Herry mengatakan, bahwa gorong-gorong di DPR tak pernah dijaga oleh personel karena ada ular berbisa. Jika ada seseorang yang masuk gorong-gorong pasti akan digigit ular sanca atau piton.

“Hati-hati daripada kepatok ular, ularnya gede-gede. Kita nggak akan jaga karena ada ular sanca. Tidak usah dijagain, ngapain dijagain,” kata AKBP Herry Ardyanto di Kantor Pamdal DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2017).

BACA JUGA: Menggelikan, Inikah Got Sekitar DPR yang akan Dilalui Massa Makar Seperti Kata Polisi?

Menurut Herry, jika seseorang ingin masuk gorong-gorong harus melalui Taman Ria Senayan. Namun mereka harus berenang melewati sungai.

“Kalau mereka lewat Taman Ria harus berenang dulu, dan di situ banyak ular gede lho. Kalau gorong-gorong di sini aman,” kata Herry.

Selain itu, kata dia pembagian pengamanan gedung DPR sudah dibagi tiga ring untuk kegiatan kunjungan kepala negara. Ring pertama dikawal oleh Paspamres dan Pamdal, Ring kedua dijaga oleh Polri, TNI dan Pamdal, sedangkan ring ketiga menjadi tanggung jawab Polri.

Namun, lanjut dia jika ada aksi makar maka pengamanan DPR menjadi tanggung jawab Polda Metro Jaya. “Kalau unjuk rasa nggak ada ring satu, kedua begitu, unjuk rasa tanggung jawab Polda Metro Jaya di luar Jalan Gatot Subroto. Kami dibantu Polda Metro untuk menjadi jembatan saudara yang unjuk rasa agar suaranya didengar anggota dewan,” jelas Herry.

Sementara itu, massa perencana makar disebut juga akan menabrak pagar gedung DPR dengan Bus. Sebenarnya, sekuat apa pagar besi gedung DPR?

Herry menjelaskan jika pagar besi gedung DPR ditabrak oleh bus akan rusak. Oleh sebab itu, pihaknya berencana memasang peyangga pagar besi agar kokoh jika ditabrak apapun.

“Kalau ditabrak ya mletot, kekuatan pagar seberapa ya. Tapi nanti akan pasang round block silahkan tabrak pakai tronton atau truk tetap kuat, mungkin ya dia (truk) rusak,” tutup dia. (imk/detiknews)

PILIHAN REDAKSI