Kejahatan Perang Dipertontonkan, Dunia Internasional Hanya Bisa Kecam Penggunaan Senjata Kimia Suriah

DAMASKUS (UMMAT Pos) — Dunia internasional, Rabu 5 Maret 2017, mengecam serangan senjata kimia yang dilakukan pasukan Suriah di kawasan Khan Sheikhoun, sekira 50 kilometer arah selatan dari kota Idlib saat banyak orang masih tidur, Selasa 4 April 2017. Serangan itu menewaskan 58 orang dan melukai puluhan lainnya.

Sebelumnya, pada malam 3 April 2017 kota Khan Sheikhoun dihujani bom-bom udara. Keesokan paginya, sekitar pukul 7 pagi, seorang saksi mata seperti dikutip The New York Times melihat sebuah pesawat tempur melintas di langit kota. Beberapa menit kemudian, diduga pesawat tempur itu menjatuhkan bom senjata kimia di Khan Sheikhoun.

Kelompok pemantau hak asasi manusia Suriah, Observatorium Suriah, mengatakan serangan ini diyakini dilakukan jet tentara Suriah, yang menyebabkan banyak orang mendadak tersedak, bahkan beberapa korban mengeluarkan busa dari mulut mereka.

BACA JUGA: Biadab, Gas Beracun Mematikan Ditebar di Suriah: Inilah Enam Hal yang Perlu Anda Ketahui

“Hari ini pukul 06.30, pesawat-pesawat tempur menargetkan Khan Sheikhoun dengan gas yang diyakini berisi sarin dan klorin. Serangan itu telah menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai 300 lain,” kata Kepala Otoritas Kesehatan Idlib Mounzer Khalil dalam konferensi pers, Selasa, 4 April 2017 lalu.

Sekutu Suriah, Rusia terus menutup mata dan justru menyalahkann kelompok oposisi sebagai dalang kematian puluhan warga di Khan Sheikhoun. Serangan senjata kimia sebagaimana yang dilaporkan banyak media, kata otoritas Rusia, faktanya bukan dilakukan pasukan Bashar al-Assad.Menurut Rusia, serangan mematikan tersebut terjadi akibat kontaminasi sejumlah bahan kimia beracun milik pasukan pemberontak. “Faktanya, itu kontaminasi dari bahan kimia beracun milik pasukan pemberontak,” ujar Jubir Kemenlu Rusia, Dmitry Peskov, seperti dilaporkan Reuters.

Rusia mengaskan bahwa pihaknya akan membela President Bashar al-Assad terkait insiden tersebut karena pelaku serangan senjata kimia bukan dari pihak pemerintah Suriah.

Dilaporkan, Dewan keamanan PBB pada Rabu malam waktu New York akan menggelar rapat darurat membahas serangan senjata kimia di Suriah. “Rusia dan pasukannya akan terus mendukung operasi anti-teroris yang diluncurkan pemerintah Assad untuk membebaskan Suriah,” ujar Peskov kepada wartawan.

 

PILIHAN REDAKSI