PCINU Arab Saudi Deklarasikan Dukungan Untuk Pasangan Anies-Sandi

JEDDAH (UMMAT Pos) — PCINU Arab Saudi mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam putaran kedua pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung pada tanggal 19 April 2017.

Acara yang diselenggarakan di ruangan ICMI kompleks Masjid Indonesia Jeddah (MIJ) pada Jumat (14/4), turut dihadiri Warga NU Jeddah, simpatisan PKS Hijaz, Gerindra Arab Saudi, PKB, FPI, GP Ansor, Banser, BMI-SA dan FORMIDA.

Ketua PCINU Arab Saudi Ir. Ahmad Fuad dalam orasinya menegaskan mendukung pemimpin non-muslim adalah haram hukumnya. Ia juga mengatakan memilih pemimpin sesuai syariat agama tidak melanggar konstitusi.

“Islam melalui Al-Qur’an telah memuliakan kita ummat Islam. Oleh karena itu kita bersyukur dan harus menjaga kemuliaan itu dengan cara berpegang teguh kepada nilai-nilai Al-Quran. Dalam konteks pilkada, kita wajib hanya memilih dan mendukung pasangan calon beragama Islam dan haram hukumnya ummat islam mendukung memilih calon pemimpin non muslim,” paparnya yang disambut takbir simpatisan yang hadir.

“Saudara punya kewajiban untuk menyampaikan kepada yang punya hak memilih di Jakarta bisa melalui SMS, bisa lewat sosial media atau apa saja untuk memenangkan satu satunya calon gubernur muslim yaitu Anies-Sandi,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Daerah Dakwah PKS Hijaz, Ustadz Muhammad Nasir Nur Macca, mengatakan, bahwa memilih dan mengajak orang lain untuk memilih calon pemimpin adalah hak setiap warga negara. Termasuk memilih dan mengajak memilih berdasarkan agama. Menurutnya hal ini dijamin oleh Undang-Undang, UUD 45 dan Pancasila.

“Memilih dan mengajak orang lain untuk memilih berdasarkan agama adalah tindakan yang sah dan tidak bisa dikategorikan sebagai perbuatan SARA. Menjadi masalah SARA jika ada tindakan melarang seseorang dari kelompok agama tertentu untuk mencalonkan diri dalam pesta demokrasi pada tingkatan manapun,” ujarnya.

Acara deklarasi diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Fudhaili Muhammad Afad, guru dan relawan pengajar di Islamic Center Kawasan Industri di Jeddah. (IYD, 17/04/liputanbmi)

PILIHAN REDAKSI