Awas, Jelang Pencoblosan, “Serangan Fajar” Intai Warga Jakarta

JAKARTA (UMMAT POs) Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengungkapkan, politik uang saat pemungutan suara berlangsung atau yang biasa disebut dengan ‘serangan fajar’ masih mengintai masyarakat DKI Jakarta.

“Potensi itu saya yakini pasti masih ada karena mereka demikian terbukanya berupaya melakukan upaya menyuap pemilih, pasti di akhir-akhir mereka tetap berupaya untuk melakukannya,” ungkap Titi, Rabu (19/4/2017).

BACA JUGA: Panwaslu Amankan 150 Paket Sembako dan 17 Sapi Milik Relawan Ahok-Djarot

Titi melanjutkan, asumsi tersebut bukan tanpa dasar melainkan dapat dibuktikan dengan maraknya aksi bagi-bagi sembako yang terjadi pada saat hari tenang. Menjadikan hari tenang sebagai kesempatan bagi-bagi sembako itu menunjukkan potensi politik uang sangat besar.

“Masifnya pembagian sembako murah yang menjadi kedok praktik politik uang pada masa tenang yang semestinya menjadi kewaspadaan kita, Praktik-praktik tersebut bisa terjadi tidak berhenti pada hari H yang dikenal dengan serangan fajar, serangan tengah malam, serangan dhuha,” imbuhnya.

Menurut Titi, salah satu cara untuk memutus mata rantai politik uang tersebut dapat dimulai dari kesadaran masyarakat sendiri, terlebih lagi warga Jakarta yang notabenenya pemilih cerdas. Selain menolak politik uang, masyarakat Jakarta harus berani melapor apabila mendapati praktik politik uang.

“Tapi warga Jakarta wajib melawan itu, jangan sampai politik uang merebut demokrasi Jakarta, jadi tidak hanya menolak tapi juga melaporkan apabila masih ditemui praktik-praktik politik uang di hari H,” pungkasnya kepada okezone.

(kha)