Sikapi Putusan Majelis Hakim Atas Kasus Penodaan Agama, Inilah Pemaparan Ketua GNPF MUI

JAKARTA (UMMAT Pos) — Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan tetap mengawal kasus penodaan agama kendati Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama telah divonis penjara dua tahun.

Pengawalan dilakukan untuk menyikapi upaya banding yang dilayangkan tim hukum Ahok. Pengawalan juga dilakukan lantaran ada upaya penangguhan.

Hal tersebut disampaikan Ketua GNPF MUI, Ustadz Bachtiar Nasir dalam konferensi persnya di Gedung AQL Islamic Center, Jl. Tebet Utara 1 No. 40 Tebet Timur, Jakarta Selatan, Ahad (10/5).

Lebih lanjut, menurut Pimpinan AQL Islamic Center ini, dalam setiap aksi mengawal proses hukum terhadap Ahok, GNPF MUI selalu beritikad untuk menjaga marwah Majelis Ulama Indonesia. Didampingi ahli hukum, Dr. Kapitra Ampera, Sh., MH. Ia juga menegaskan bahwa setiap gerakan dan tindakan GNPF-MUI selalu berada dalam koridor hukum. Berikut penjelasan lengkap yang disampaikannya:

GNPF adalah sebuah gerakan Nasional pengawal Fatwa Majlis Ulama Indonesia. Sehingga kami harus senantiasa menjaga marwah dan kewibawaan Majlis ulama Indonesia dalam setiap gerak dan tindak kami.

Pasca penetapan Basuki Tjahaya Purnama sebagai tersangka, terdakwa dan sekarang sudah diputuskan oleh Majlis hakim dalam pidana penodaan agama.

Pertama, kami bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan semua dinamika yang sudah terjadi bahwa apapun yang terjadi inilah ketetepan-Nya. Sejak aksi simpatik 55 kami katakana bahawa apapun keputusan Majlis hakim maka terimahlah. Sejujurnya di dalam tubuh kami sendiri kami banyak mendapatkan sorotan dan kritikan padahal maksud GNPF adalah agar semua elemen yang menginginkan tegaknya keadilan terhadap kasus penodaan agama menjaga supremasi hukum. Tidak mengintervensi independensi hukum yang akan ditupuskan pada tanggal 9 sehingga pada tanggal 5 kami katakana, apapun putusan Majlis hakim kita harus terima.

Tentu, itu semua kita lakukan setelah bermunajat di aksi simpatik 55  di Istiqlal kemarin. Komitmen GNPF adalah menjaga kedamaian, menghindari anarkisme dan kerusuhan, menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan. Sehingga pasca tanggal 5 kami bertawakkal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala apapun hasilnya itulah yang terbaik.

Walau hari ini banyak pihak yang memandang bahwa keputusan dua tahun penjara tidak sebanding. Tetapi, kami ingin pertegas, bersyukurlah atas takdir Allah Subhanahu Wa Ta’ala  walau kadang tidak memuaskan apa yang kita harapkan.

Kedua, kami akan tetap mendukung independensi hakim apapun yang setalh ini akan dilansungkan. Karena kami dengar aka nada banding atau akan akan aka nada kasasi. Sebagai waraga Negara yang menginginkan tegaknya keadilan di Indonesia kami akan serahkan keputusan ini kepada Majelis hakim.

Selaku ketua GNPF saya berharap umat islam untuk berserah kepada takdir dan apapun yang menjadi putusan hakim. Sehingga itu menjadi yang terbaik buat kita semua.

Ketiga, saya juga ingin apresiasi kepada Majlis hakim dan aparat keamanan yang telah menjadi pintu masuk dari semua penyelesaian ini. tentu juga kepada tokoh-tokoh yang ikut berjuang menegakkan keadilan atas kasus penodaan agama ini. khusus kepada ulama-ulama kami baik yang tergabung dalam Majlis Ulama Indonesia (MUI) maupun yang tidak tergabung dalam MUI semoga kita semua bisa menajdi tokoh-tokoh bijaksana yang senantiasa menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Apaun persoalan kita setelah ini rekonsiliasi antara anak bangsa harus dijalankan dan harus saling tenggang rasa, memaafkan, dan menghentikan semua pertikaian.[fm/ams/forpemi]

PILIHAN REDAKSI