Aktivis Komunitas Tionghoa: Presiden Jokowi Sangat Kurang Berdialog

JAKARTA (UMMAT Pos) — Massa simpatisan Ahok yang berkumpul di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin (Sabtu, 13/5) gagal menggelar aksi menyalakan lilin setelah dibubarkan massa organisasi masyarakat berbaju Front Pembela Islam (FPI) dan kelompok pemuda.

Perseteruan antara massa pro dan kontra aksi itu sempat memanas. Untungnya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto, didampingi Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi dan Dandim 1408/BS Makassar Kolonel (Kav) Otto Sollu berhasil menengahi kedua kubu.

Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Zeng Wei Jiang menilai situasi pasca vonis Ahok terus memanas dikarenakan lemahnya kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Pucuk pimpinan kita saat ini, dialognya sangat kurang. Bahkan Pak Presiden (nampaknya) agak risih ketemu Pak Habib Rizieq misalnya, teman-teman FPI atau kelompok-kelompok yang kemarin menggelar aksi di 411 atau 211,” kritik Zeng saat talkshow di salah satu televisi swasta, pagi tadi (Minggu, 14/5).

“Mereka itu kan bagian dari rakyat Indonesia, yang harus didengar aspirasinya itu pun tidak dilakukan,” sambung pria yang akrab disapa Ken Ken itu.

Ia justru melihat Jokowi lebih memilih kongkow alias makan bareng pegiat media sosial ketimbang menyelesaikan gejolak yang terjadi di tengah rakyatnya. Diakuinya memang tidak ada larangan untuk itu dan wajar saja.

“Tapi tidak perlu berlarut-larut sampai 3-5 hari seperti ini, sudah muncul keresahan di tengah masyarakat,” tukasnya.[fm/wid/rmol]

PILIHAN REDAKSI