Dibalik Aksi Bakar Lilin, Agar Tak Latah Muslim Selayaknya Pahami Ini

JAKARTA (UMMAT Pos) — Aksi bakar lilin yang marak diberitakan di sejumlah kota di tanah air oleh para loyalis Ahok, terpidana penista agama menjadi buah bibir dan ramai diperbincangkan oleh warganet.

Namun, tahukah anda bahwa aksi menyalakan lilin di luar sebab padamnya listrik adalah tradisi kepercayaan non Muslim yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu

Orang Yahudi setiap Jumat sore, sebelum matahari terbenam selalu menyalakan lilin untuk menyambut dimulainya hari Sabat. Sementara lilin dan Natal sudah merupakan satu kesatuan yang sukar untuk bisa dipisah lagi.

Hari Natal bagi umat kristiani tanpa adanya lilin berarti ada sesuatu yang kurang. Maka tidaklah heran apabila omset penjualan lilin di Eropa 45% dilakukan pada saat menjelang Natal. Padahal tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab yang mengkaitkan antara lilin dan Natal. Budaya Lilin ini diambil dari sejak jaman Romawi ketika mereka merayakan pesta Saturnalia (penyembahan Dewa Saturn).

Bagi umat Kristen, lilin itu merupakan simbol dari kelahiran Yesus yang membawakan terang ke dalam dunia ini. Yohanes 1:5 yang berbunyi;

“Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya dan (9a) terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang. Selain itu kehadiran malaikat membawa kabar gembira bagi para gembala di padang yang mana kemuliaan Tuhan bersinar terang di tengah malam (Lukas 2:8-12) merupakan analogi terhadap peran Yesus sebagai terang dunia.”

Lilin itu berkorban, membakar dirinya sendiri agar dapat menjadi terang. Lilin melambangkan keberanian untuk memberikan terang.

Umat kristen sering menyalakan lilin sambil berdoa. Lilin yang menyala melambangkan suatu kurban yang dilakukan sekaligus dengan mempersembahkan doa dan menerima kehendak Tuhan. Sedangkan lilin liturgi misalnya untuk Paskah minimum 51% bahan dasarnya harus dari lilin lebah. Menurut St. Agustinus, lilin lebah merupakan lambang tubuh Kristus, lambang kemanusiaan-Nya yang lahir dari seorang perawan (seperti lilin lebah yang dihasilkan oleh lebah); sumbunya adalah jiwa Kristus; dan nyala api adalah pikiran-Nya.

Lilin dalam dekorasi Advent Krans pada umumnya terdiri dari lima lilin. Setiap minggu yang dilewati dinyalakan satu lilin, selama empat minggu berturut-turut. Simbol warna lilin yang digunakan adalah tiga lilin warna ungu sebagai lambang penyesalan dan pertobatan. Satu lilin merah melambangkan sukacita. Sedangkan lilin besar yang di tengah berwarna putih melambangkan lilin Kristus. Lilin ini baru dinyalakan pada hari Natal. (fm/ip)

PILIHAN REDAKSI