Jamaah Umrah Dari Penjuru Dunia Sambut Ramadhan di Tanah Suci

Muslim Dunia Sambu Ramadhan di Tanah Suci

MADINAH (UMMAT Pos) — Sebuah hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang keutamaan umrah di bulan suci Ramadhan telah menjadi salah satu faktor pendorong utama muslim sedunia melakukan ibadah umrah di Tanah Suci dan di bulan yang suci ini.

“Umrah di bulan Ramadhan adalah seperti haji bersamaku,” kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadisnya yang diriwayatkan Imam Bukhari.

Jamaah umrah yang sekaligus datang untuk menyambut Ramadhan di Tanah suci berasal dari Pakistan, Malaysia, Mesir, India, Turki, Maroko, dan sebagainya. Tapi jamaah terbanyak sepertinya berasal dari Indonesia.

Banyaknya jamaah umrah asal Indonesia tentu tidak mengherankan mengingat muslim Indonesia yang melebihi angka 200 juta, di mana pada saat yang bersamaan Arab Saudi sendiri hanya memiliki penduduk yang tidak sampai 30 juta jiwa.

Tampaknya, atas alasan ini sehingga para pedagang di Madinah cukup banyak yang bisa menyapa jamaah umrah asal Indonesia dengan bahasa Indonesia yang meskipun dengan gaya tutur yang asing atau rada aneh.

Namun, mereka tampaknya cukup mengenal jamaah umrah asal Indonesia, sehingga setiap kali di depan toko mereka dilewati jamaah asal Indonesia, mereka sering menyapa dengan sapaan khas Indonesia. Bahkan, di Masjid Nabawi sendiri juga terdapat papan pengumuman dalam bahasa Indonesia, selain beberapa bahasa yang lain.

Di Madinah, hingga satu hari menjelang Ramadhan, hotel-hotel sudah penuh dengan jamaah umrah dari berbagai negara.Menurut keterangan mahasiswa asal Indonesia di sini, umat Islam dari Indonesia memang cukup banyak yang lakukan ibadah umrah di bulan Ramadhan.

Tentu sangat beralasan, mengingat umrah di bulan Ramadhan memiliki banyak kelebihan. Di samping berbagai keutamaan bulan suci Ramadhan seperti adanya janji pengampunan, rahmat dan magfirah (pengampunan), pahala yang dilipatgandakan dan sebagainya.

Kelebihan itu semakin lengkap karena Tanah Suci itu sendiri juga memiliki keutamaan yang hanya bisa diperoleh di situ saja, seperti pahala shalat di Masjid Nabawi yang dilipatgandakan sampai 1.000 sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan dalam hadisnya, pahala shalat di Masjidil Haram yang dilipatgandakan sampai 10.000 kali lipat. Begitu juga pahala ibadah umrah yang jika umrahnya makbul (diterima), maka seluruh dosa seorang muslim akan diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sehingga muslim tersebut akan seperti bayi yang baru lahir.

Di Masjid Nabawi sendiri juga terdapat tempat yang sangat sakral yang mendorong muslim sedunia berdesak-desakan mendatanginya. Tempat tersebut adalah Raudhah yang posisinya di pojok depan Masjid Nabawi.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan, “Antara mimbarku dan rumahku adalah taman (Raudhah), di antara taman surga.” Bahkan, disebutkan bahwa tempat ini kelak akan diangkat ke surga.

Atas alasan ini, petugas Masjid Nabawi tampak sangat teratur dan sigap mengatur Raudhah supaya tertib. Tidak semua orang bisa sampai ke Raudhah ini untuk berdoa dan shalat karena memang tempatnya yang kecil. Tapi saya menjumpai beberapa jamaah asal Aceh di Raudhah.

Tempat ini diyakini memiliki keistimewaan karena telah disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai salah satu taman di antara taman saurga.

Jadi, dengan sejumlah keutamaan di berbagai tempat di tanah suci ini, tampaknya sudah ideallah muslim sedunia berbondong-bondong menuju Tanah Suci untuk melakukan ibadah umrah di bulan Ramadhan.

Saya berdoa kiranya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan niat Anda semua yang ingin menyambut bulan suci Ramadhan di Tanah Suci. Insya Allah pasti Allah memudahkan jika sudah ada niat. Wallahu a’lam bishshawab.

Reporter: Teuku Zulkhairi melaporkan dari Saudi Arabia
Editor: Faisal Mursila
PILIHAN REDAKSI