Ketua Komisi III DPR Sarankan Novel Ungkap Pejabat Polri yang Terlibat Kasusnya

JAKARTA (UMMAT Pos) — Ketua komisi III DPR Bambang Soesatyo menyarankan penyidik KPK, Novel Baswedan untuk segera melaporkan dugaan keterlibatan petinggi Polri atas insiden yang menimpanya ke Irwasum atau Propam Mabes Polri. Menurutnya, jika hanya berwacana justru akan menimbulkan kegaduhan dan sikap saling curiga antar pejabat Polri.

“Kenapa enggak langsung aja sebut atau tunjuk hidung siapa jenderal itu selesai langsung proses hukum. Kalau saling nuding-nuding buruk bagi stabilitas nasional apalagi terkait jenderal,” katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/6).

“Saya menyarankan kalau memang Baswedan punya bukti-bukti dan informasi sampaikan ke pihak berwajib yaitu kepolisan. Kalau dia polisi bisa diadili oleh Irwasum atau Propam kan biasanya pelanggaran dari bawah sampai atas ada Propam dan Irwasum,” tegasnya.

Dalam wawancara dengan majalah TIME di Singapura empat hari lalu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan ada seorang pejabat polisi yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke wajahnya.

Sejak insiden yang terjadi pada 11 April lalu, ini adalah kali pertama Novel diwawancara media. Ketika diwawancara di ranjang rumah sakit di Singapura, Novel masih menjalani pemulihan. Matanya masih memakai pelindung yang dipasang di wajah.

Novel mengaku penyiraman air keras itu adalah serangan keenam yang dia alami selama menjadi penyidik KPK. Dia mengatakan cukup heran mengapa polisi belum berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya.

“Saya mendapat informasi bahwa ada seorang jenderal polisi–berpangkat tinggi–terlibat. Awalnya saya katakan informasi itu tidak benar. Tapi sekarang setelah berjalan dua bulan dan kasus ini belum juga terpecahkan, saya bilang (kepada orang yang menduga polisi terlibat) bahwa rasanya informasi itu benar,” kata Novel. [fm]

PILIHAN REDAKSI