Ini Tanggapan Polri Atas Dugaan Keterlibatan Jenderal Polisi Dalam Penyiraman Ke Penyidik KPK

JAKARTA (UMMAT Pos) – Menanggapi kabar adanya dugaan keterlibatan jenderal polisi dalam kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan, penyidik senior KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kabag Penum Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul berharap info itu diteruskan kepada penyidik.

”Info yang disampaikan Novel, kami hargai info tersebut, namun kami berharap, info itu disampaikan kepada penyidik, nanti penyidik akan menuangkannya dalam berita acara pemeriksaan,” katanya saat ditemui di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/6).

Dijelaskan, bila info itu disampaikan ke penyidik, maka info itu memiliki nilai pembuktian, karena alat bukti diantaranya adalah keterangan saksi. “Sampai saat ini, kami sudah meminta kesediaan saudara Novel untuk diperiksa, namun belum memungkinkan, karena alasan medis,” ujar Martinus seperti dikutip koran-jakarta.

Martinus mengaku, pihaknya sudah dua sampai tiga kali mengajukan pemeriksaan terhadap Novel, namun selalu gagal.

“Sudah 2-3 kali mengajukan pemeriksaan, namun belum bersedia karena alasan medis,” tukas Martinus.

Ditanya bagaimana tanggapan Mabes, melihat Novel mau diwawancarai media asing sedangkan diperiksa penyidik, tidak mau, Martinus mengatakan, pihaknya memang berharap agar info itu disampaikan ke penyidik.

“Kami memang berharap, info itu disampaikan kepada penyidik, tidak kepada media. Tapi dengan info ini, kami tentu mengatakan, bahwa silakan info itu dituangkan, biar ada nilai pembuktian. Jangan info itu, yang digunakan kemudian, untuk menjustifikasi atau mengatakan ada yang disembunyikan, yang kemudian tak bisa terungkap kepada penyidik. Jadi kami nunggu kapan pemeriksaan dilakukan dan kami berhatap bisa supaya terang benderang,” ujar Martinus.

Menanggapi pertanyaan soal lamanya pengungkapan kasus Novel, yang dinilai menunjukkan kualitas penyidik yang tidak mumpuni, Martinus mengatakan, sah saja orang menilai tapi hasil survei, masyarakat percaya dengan polisi. “Saya kira sah-sah saja orang menilai kinerja kepolisian, tapi hasil survei media mainstream, kepercayaan masyarakat mencapai 76 %. Ada tingkat kepercayaan masyarakat ke Polri.

Apabila ada penilaian-penilaian dalam laksanakan tugas, bagian yang perlu dianalisa untuk perbaikan ke depan. Hendaknya disertai bukti yang ada,” tukas Martinus.

Sebelumnya, Novel Baswedan membeberkan fakta mencengangkan terkait dengan kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya. Dalam wawancaranya dengan TIME, Novel sempat menjelaskan adanya dugaan keterlibatan jenderal polisi dalam kasus penyiraman tersebut. [fm]

PILIHAN REDAKSI