Berlebihan Menyanjung Raja Salman, Wartawan Ini Dicekal dan Medianya Ikut Kena Sanksi

RIYADH (UMMAT Pos) — Raja Salman bin Abdulazis Al Saudi memerintahkan untuk mencekal seorang wartawan setelah dia memuji Sang Raja dengan sanjungan yang berlebihan melalui tulisannya. Hal tersebut dinilai membahayakan aqidah tauhid seorang Muslim.

Penjaga dari dua tanah suci ini kemudian menginstruksikan untuk mencekal wartawan tersebut dan memberikan sanksi terhadap koran yang memuatnya pada Sabtu, 7 Syawwal 1438 (1/07).

Sebagaimana dilansir oleh sabq.org melalui Menteri Kebudayaan dan Informasi, Raja menyampaikan bahwa dirinya telah membaca sebuah artikel di koran “Al-Jazirah” edisi Jum’at kemarin (30/06) yang ditulis oleh penulis, Ramadhan bin Jaridi Al-Anaze.

Raja Salman mengatakan,

“Perhatian kami tertuju pada sebuah tulisan dan menyebabkan kami terheran atas ungkapan-ungkapan yang dinyatakan dalam tulisan tersebut. Yang berisi pujian dan sanjungan terhadap kami serta pemberian sifat yang sangat berlebihan.

Sungguh penulis bertindak serampangan. Di antaranya dia telah memberikan sifat kepada kami dengan sifat-sifat yang hanya boleh untuk Allah, di antaranya dia memberikan sifat kepada kami dengan sifat-sifat Nabi Ibrahim alaihis salam.”

“Sungguh sanjungan berlebihan seperti ini sangat meresahkan kami. Kami tidak terima dan tidak rela serta tidak setuju.

Kami menyadari hal ini sangat berbahaya. Bermudah-mudahan dalam hal ini tentu sangat berbahaya. Hal ini mengancam aqidah tauhid.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Waspadalah kalian dari sikap berlebihan/ekstrim. Karena yang telah membinasakan umat sebelum kalian adalah sikap ekstrim.”

Beliau alahis shalatu was salam juga bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Kesombongan adalah selendangKu, keagungan adalah sarungKu. Barangsiapa menyaingiKu dalam satu saja darinya, maka pasti dia akan Aku lemparkan ke dalam neraka.”

Negara ini (Arab Saudi) berdiri di atas prinsip ini, dan senantiasa konsisten berpegang dengan ajaran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sebagai sebuah keyakinan yang kami pegang teguh dalam beragama kepada Allah dengannya.

Dengan pertolongan Allah, kami tidak akan berpaling dari prinsip-prinsip ini. Maka atas dasar itu, penulis tersebut harus dicekal. Semua koran dan media massa wajib untuk berhati-hati. Tidak boleh menyebarkan hal-hal seperti ini.

Wajib menindak setiap orang yang berlebihan atau bermudah-mudahan. Serta mengambil langkah-langkah untuk mendorong penulis dan media massa agar mau konsisten dengan peraturan dan rambu-rambu yang telah ada.”

Demikian Raja Salman menegaskan dalam memo-nya. [fm]

 

PILIHAN REDAKSI