Soal Perkembangan Penyelidikan Kasus Penyiraman Novel Baswedan, Begini Kata Polisi

JAKARTA (UMMAT Pos) — Upaya penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Kini, penyelidikan polisi sampai ke pembuatan sketsa wajah terduga pelaku yang menyebabkan Novel kehilangan penglihatannya tersebut.

Juru bicara Markas Besar Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tiga sketsa terduga pelaku penyerangan atas Novel Baswedan.

Ketiga sketsa itu dibuat berdasarkan keterangan tiga saksi kunci yang mengaku melihat seseorang yang mencurigakan saat kejadian. Polisi ingin memastikan bahwa sketsa tersebut sama seperti sosok yang sempat mereka lihat.

“Sketsa Novel ada tiga yang diminta keterangan, masing-masing ada yang melihat maka dibuatlah sketsanya. Sekarang kita akan kroscek lagi kira-kira mengarah kepada siapa pelaku ini,” ujar Setyo di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (5/7).

Setyo lebih lanjut menegaskan bahwa dalam penyelidikan suatu perkara, polisi akan mencari informasi sekecil apapun dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), sehingga nanti akan dirangkai menjadi satu kesatuan yang utuh.

“Ingat penyelidikan itu kan induktif dan deduktif ya kita berangkat dari TKP dan kita mencari informasi-informasi dari luar sehingga harus ketemu harus ketemu itu,” sambung Setyo.

Selain itu, adanya rencana Tim Tempel yang dilakukan bersama KPK. Setyo menyebut tidak adanya tim tempel melainkan akan melakukan kerja sama untuk ungkap pelaku penyiraman air keras tersebut.

“Sebenernya bukan Tim Tempel. Kita sudah membuka diri untuk bekerja sama dengan KPK. KPK itu KPK, kita buka mereka kalau punya tim IT silahkan bekerja sama dengan kita kalau mereka ada informasi sama-sama dan bahkan ke Singapura rencana kita akan bersama-sama,” tandasnya. [fm]

PILIHAN REDAKSI