Usai Dengar Bacaan Al Quran, Ki Gendeng Pamungkas Syahadat Ulang Di Hadapan Ustadz Al Khaththath

JAKARTA (UMMAT Pos) — Dalam wajah penuh ceria, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustadz Muhammad Al Khaththath bercerita bahwa selama di tahanan dirinya banyak mengambil hikmah. “Saya banyak membaca Al Quran dan kalau membaca sengaja saya keraskan agar tahanan-tahanan lain mendengar,”terangnya. Salah satu tahanan yang trenyuh dan terpikat dengan bacaannya adalah Ki Gendeng Pamungkas.

“KI Gendeng mengaku terkesan dan sulit tidur mendengar bacaan Al Quran saya. Padahal waktu itu Ki Gendeng minum pil tidur dosis tinggi. Saya memang sengaja membaca keras Al Quran agar tahanan-tahanan lain dengar,”kata Al Khaththath kepada Warta Pilihan yang menemuinya di tahanan Polda Metro Jaya, Rabu (5/7).

BACA JUGA: Selama di Rutan Ustadz Al Khaththath Khatam Qur’an Sebanyak 11 Kali

Menurut tokoh ummat yang aktif dalam Aksi Bela Islam ini, Ki Gendeng kemudian menemuinya dan minta disyahadatkan ulang olehnya. “Sejak itu KI Gendeng akrab dengan saya. Dia minta dibimbing agamanya dan syahadat ulang. Kini ia rajin shalat lima waktu berjamaah,”jelasnya.

Ki Gendeng Pamungkas dikenal sebagai paranormal top di negeri ini. Tingkahnya suka aneh-aneh dan ia mengaku banyak meninggalkan kewajiban Islam. “Kini ia tobat dan ia pernah bertanya apakah tobat saya diterima ustadz? Saya jawab insya Allah diterima, selama tobat belum mendekati ajal seperti Firaun,”terang ustadz.

Tapi Kini, ustadz Khaththath tidak berdekatan lagi dengan KI Gendeng. Ia ditempatkan di sel bagian kriminal umum Polda Metro Jaya, sedangkan Ki Gendeng tetap di sel narkoba. Tadinya ustadz berdempetan selnya dengan Ki Gendeng, di sel narkoba. Sehingga ia banyak bergaul dan dapat membimbing paranormal itu. Meski kini berpisah, melihat tobat yang sungguh-sungguh dari Ki Gendeng, ustadz yakin laki-laki itu akan menjadi orang yang shaleh. “Ia dan istrinya sering umroh ke Mekah.”

Ki Gendeng dikenal mendalami ilmu hitam pada 59 guru di 16 propinsi di-Indonesia.  kegilaannya pada ilmu hitam sempat membawa-nya sampai ke-Afrika untuk belajar voodoo. Sejak 1978 karirnya meningkat pesat. Ia menjadi terkenal lagi disegani banyak orang. Banyak orang datang kepadanya untuk melakukan order untuk mencelakakan orang. Dan untuk itu ia menerima bayaran yang tinggi pula sehingga tak heran kekayaannya meningkat.

KI Gendeng tadinya dikenal dekat dengan presiden Jokowi dan petinggi polisi. Ia pernah diundang dalam acara di istana sewaktu Jokowi jadi presiden. “Makanya ia kaget ditahan. Ia ditahan karena penghinaan kepada kaum Cina. Ia dikenal pasal 156, pasal penghinaan,”terang ustadz Khaththath.[fm/wp]