Buni Yani: Mati pun sudah siap karena saya tidak pernah menyampaikan fitnah

BANDUNG (UMMAT Pos) — Usai menjalani sidang sebagai terdakwa di Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/7), Buni Yani menyampaikan orasinya.

“Jangankan masuk penjara dan terus menjalani sidang seperti ini, mati pun sudah siap karena saya tidak pernah menyampaikan fitnah,” ungkapnya di depan massa pendukungnya.

Apa yang ia perbuat, lanjutnya, bukanlah fitnah terhadap Ahok, karena Ahok akhirnya sudah terbukti bersalah.

Puluhan pendukung Buni Yani terdengar mengumandangkan kalimat takbir dan dukungan moril terhadap Buni Yani.

Saat orasi, Buni Yani didampingi penasihat hukumnya, Aldwin Rahadian dan Kordinator Aliansi Pergerakan Islam Jawab Barat Asep Saripudin.

Menurut dia, persoalan yang menjeratnya tak lepas dari persoalan politik.

“Saya merasa sebagai terdakwa ada niat jahat dan tidak baik yang diduga dimiliki jaksa untuk bagaimana caranya Buni Yani masuk penjara,” ujar Buni Yani.

Ia juga menyebut ada motif balas dendam bernuansa politis di balik kasusnya.

“Jaksa Agung itu berasal dari Nasdem, Nasdem adalah partai yang pertama mencalonkan Ahok sebagai gubernur. Ada kehilangan besar yang dirasakan Jaksa Agung ketika Ahok kalah dan masuk penjara, lalu gimana caranya Buni Yani digencet,” ujarnya.

Ia juga mengklaim telah mendengar pernyataan dari berbagai ahli hukum yang menyatakan bahwa kasusnya tidak memenuhi unsur pidana.

“Ahli hukum independen sudah bersaksi tidak ada pidana di sana. Profesor Romli (Romli Atma Sasmita, Pakar Hukum Pidana dari Universitas Padjajaran), Profesor Muzakir (Ahli Hukum Pidana dari Universitas lslam lndonesia) mengatakan begitu semua,” kata dia lagi.

Sebelumnya, dikabarkan majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan Buni Yani dan tim penasihat hukumnya.

Sidang kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik akan dilanjutkan pada Selasa (18/7/2017) pukul 13.00 WIB dengan agenda mendengar keterangan dari saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. (fm/tribun)

PILIHAN REDAKSI