Singkat Namun Teduh, Inilah Tausiyah Aa Gym Soal Filosofi Pemimpin

JAKARTA (UMMAT Pos) — Da’i kondang Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym yang hadir dalam acara halalbihalal DPP Partai Amanat Nasional berbagi tips untuk menjadi seorang pemimpin.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini memegang filosofi 2B2L agar menjadi pemimpin yang matang dan dewasa.

“Saya punya rumus sederhana, 2B dan 2L, agar menjadi seseorang pemimpin yang matang dan dewasa. ‘B’ yang pertama harus punya keberanian untuk mengakui kelebihan dan jasa orang lain,” kata Aa Gym saat menyampaikan tausiyahnya di kantor DPP PAN, Jl Senopati Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/7/2017)..

Menurutnya, bagi orang yang jiwa kepemimpinannya kurang matang, kelebihan orang lain akan menjadi dengki baginya, apalagi dalam sebuah kompetisi seperti pilkada, pilgub, dan pilpres. “Harusnya seperti 17 Agustusan semua gembira tanpa harus menyakiti dan menzalimi,” katanya.

‘B’ yang kedua, menurut Aa Gym, adalah bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain. Menurutnya, kematangan sikap seseorang dilihat dari sikap tidak menyalahkan kesalahan orang lain yang belum tentu salah.

“Orang salah belum tentu ingin salah, tapi ada saatnya dia tergelincir berbuat salah. Ada juga orang salah namun kesalahannya itu menjadi kunci kesungguhan dirinya dalam bertobat dan menyucikan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” kata Aa Gym.

“Makanya lihat orang salah tidak boleh kita sembarangan memvonis. Kalau menemukan salah, harusnya tabayun, duduk baik-baik bicarakan. Kalau mengambil sikap hanya dari sosmed itu hanya jadi bagian dari persoalan, bukan dari solusi,” ucapnya.

Sementara itu, ‘2L’ yang dimaksud Aa Gym adalah melupakan jasa dan kebaikan diri sendiri, karena orang gigih akan terus berjuang dengan ikhlas tanpa ambil pusing pendapat orang lain. Dia mengibaratkan jantung yang bekerja tanpa menonjolkan diri.

“Seperti jantung bekerja tidak menonjolkan diri, kalau yang menonjolkan diri adalah ambeien, makanya yang menonjol itu sakit,” ujar Aa Gym.

Huruf ‘L’ terakhir adalah melihat kekurangan dan kesalahan diri sendiri, karena hal yang paling membahayakan kita tak lain ialah dosa sendiri, bukan dosa orang lain. Menurutnya, banyak orang yang menipu dan menyembunyikan diri sendiri sehingga jadi tidak jujur.

“Apa yang kita perbaiki? kalau nggak ya bagus di mimbar aja, turun, nggak demikian. Jangan takut jujur untuk memperbaiki diri sendiri, karenanya kepada Bapak-bapak, tolong tidak bersikap kasar pada wanita. Karena wanita dibuat dari tulang rusuk yang bengkok. Kalau dikerasin patah, dibiarin tetap bengkok. Jadi disabarin, dibijakin, dan disalatin,” tuturnya. []

Sumber: detik

PILIHAN REDAKSI