Terancam Dialih Fungsikan, Sekolah Negeri Ini Sepi Peminat Karena Warga Lebih Memilih Sekolah Agama

RAYA (UMMAT Pos) – Ternyata, ada beberapa lembaga pendidikan di Lombok Tengah (Loteng) dari sejak berdiri, hingga sekarang siswanya bisa dihitung dengan jari.

Dua bangunan SMP di Lombok Tengah (Loteng), menurut rencana akan dialih fungsikan. Penyebabnya, karena jumlah siswa di dua lembaga pendidikan yang dimaksud, minim peminat. Di tahun ajaran baru ini saja, bisa dihitung dengan jari tangan.

Salah satunya, di SMP 7 Praya di Kelurahan Panjisari.

Minimnya mereka yang masuk ke sekolah tersebut, membuat Komisi IV DPRD setempat mengusulkan agar dialih fungsikan saja.

Sejak dibuka pada tahun 2013 lalu, yang mendaftar hanya sembilan orang. Sedangkan tahun 2014, sebanyak 10 orang. Lalu, tahun 2015 lalu naik 11 orang dan terakhir tahun ini hanya 12 orang. Sementara, jumlah guru dan tenaga administrasinya cukup tersedia.

Minimnya jumlah siswa itu, menurut keterangan Ahmad Supli, anggota Komisi IV DPRD setempat karena sekolah yang dimaksud, berdekatan dengan dua pondok pesantren (Ponpes) besar, yang membuka jenjang pendidikan yang sama.

“Besarnya gedung sekolah dan sumberdaya guru itu, ternyata tidak sebanding dengan jumlah siswa. Jadi, kami akan mengusulkan untuk dialih fungsikan saja,” sesalnya.

Lebih lanjut, seperti dikutip Lombok Post Komisi IV DPRD Loteng memanggil Dinas Dikpora, guna membicarakan kebijakan yang dimaksud. Dengan harapan, SMP 7 Praya itu dialih fungsikan menjadi SMK yang membuka kejuruan perikanan, pertanian dan pariwisata.

Tiga jurusan itu dianggap tepat, karena lokasinya berdekatan langsung dengan bendungan Batujai, lahan pertanian milik daerah dan industri pariwisata wilayah selatan.

Sekolah lainnya lainnya yaitu SMP 6 Jonggat, yang berdiri selama dua tahun terakhir ini, di Desa Labulia. “Sama nasibnya dengan SMP 7 Praya,” kata politisi PKS tersebut.(fm/lp)

PILIHAN REDAKSI